UNIK

3 Jenis Edible Gold, Emas Murni yang Bisa di Konsumsi Manusia

Ilustrasi edible gold leaf. (Foto: tangkap layar kanal youtube Yoga Ardianto).

Tunasnegeri.com – Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, makanan tidak hanya menjadi makanan pokok saja, tetapi sudah bergeser fungsi menjadi kebutuhan tersier dalam arti untuk ajang gengsi.

Semakin mahal harga makanan yang di beli, maka orang akan berlomba-lomba untuk memamerkan dalam akun media sosialnya. Seperti yang saat ini sedang naik daun, yakni makanan dengan berlapiskan emas, salah satunya dengan edible gold. Yuk mari kita simak apakah aman pada saat emas dimakan oleh manusia?

Edible gold merupakan emas murni yang memang khusus digunakan sebagai penghias pada makanan dan minuman seperti pizza, ice cream, ataupun cupcakes. Emas yang digunakan memiliki kode Uni Eropa E 175 dan merupakan bahan tambahan pangan yang telah dinyatakan aman oleh European Food Safety Administration (EFSA) dan disetujui oleh European Commision (EC).

Budaya mengkonsumsi edible gold sendiri sudah menjadi budaya di beberapa negara seperti Tiongkok, Jepang, Mesir, dan Roma Kuno sejak ribuan tahun yang lalu.

Edible gold ini berbeda dengan emas yang umum digunakan sebagai perhiasan. Edible gold merupakan campuran emas murni dengan kadar 23-34 karat dengan perak. Komposisi umumya terdiri dari 98% emas dan 2% perak, dimana perak atau edible silver juga sudah dinyatakan aman unuk makanan di Eropa.

Seperti dilansir Tunasnegeri.com pada akun Instagram proundfoodism, berikut beberapa jenis edible gold :

Edible gold sendiri memiliki berbagai bentuk, yaitu :
1. Edible gold leaf
Yakni berupa lembaran emas tipis. Gold leaf asli memiliki kandungan 92% emas murni dimana lembaran emas yang diberi label food grade dapat digunakan sebagai dekorasi makanan dan minuman yang tidak beracun.

2. Edible gold flakes
Berupa pecahan-pecahan yang biasanya digunakan oleh chef untuk dekorasi makanan dan menaruhnya adalah dengan menggunakan pinset.

3. Edible gold dust
Berbentuk serbuk atau bubuk, dimana pengaplikasiannya dengan menggunakan brush khusus.

Lalu bagaimana cara membuatnya?
Emas ini biasanya diproses dengan cara ditempa, ditumbuk, atau digulung. Untuk membuat edible gold leaf, emas perlu dibuat lembaran dengan ukuran sekitar 1/8000 dari ketebalan satu millimeter. Selain itu, dapat juga dibuat menjadi serpihan atau menghancurkannya menjadi serbuk sesuai kebutuhan.

Emas ternyata aman dikonsumsi dan tidak memiliki batasan takaran maksimalnya. Secara kimia, emas bersifat inert yang artinya tidak akan bereaksi terhadap tubuh, misal pada cairan lambung.

Emas tidak diserap oleh sistem pencernaan kedalam aliran darah. Saat mengkonsumsi edible gold, emas hanya akan melewati saluran pencernaan dalam waktu 24 jam setelah itu emas akan terbuang melalui feses.

Berdasarkan berbagai sumber yang ada, emas tidak memiliki manfaat gizi atau kesehatan pada saat dikonsumsi. Penambahan edible gold pada makanan hanya membuat kesan mewah dan menambah nilai jual dari makanan dan minuman, dimana harga yang ditawarkan untuk makanan dan minuman yang menggunakan edible gold terbilang fantastis.(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like