INTERNASIONAL

300 Warga Sipil di Ukraina Terbunuh, Jaksa Ukraina: Orang-orang Saat Ini Tertekan

Warga Sipil yang menjadi korban perang di Ukraina. (Foto: Instagram Zelenskiy Official).

Tunasnegeri.com – Walikota di Bucha, sebuah kota yang berada di Ukraina mengatakan bahwa 300 penduduk telah dibunuh oleh pasukan Rusia, sementara pejuang Chechnya menguasai daerah itu.

Namun, Rusia telah membantah tuduhan bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha. Moskow mengatakan tidak ada penduduk yang menderita akibat kekerasan dari pasukan Rusia dan menuduh Kyiv melakukan apa yang dianggapnya sebagai provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.

Jaksa Ukraina hanya dapat memasuki kota Bucha, Irpin dan Hostomel untuk pertama kalinya pada hari Minggu dan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengetahui tingkat kejahatan.

“Kami perlu bekerja dengan para saksi, Orang-orang saat ini sangat tertekan sehingga mereka secara fisik tidak dapat berbicara,” kata Jaksa Agung Iryna Venedyktova, dikutip dari Reuters.com pada Senin, (4/4/2022).

Venedyktova mengatakan 140 mayat telah diperiksa sejauh ini, namun pihaknya akan meminta kementerian kesehatan untuk menyediakan sebanyak mungkin ahli forensik ke rumah sakit lapangan di wilayah Kyiv.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ratusan orang tewas. Disiksa, dieksekusi warga sipil. Mayat di jalan-jalan. Daerah ranjau. Bahkan mayat orang mati ditambang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Minggu bahwa Barat akan memberlakukan paket sanksi baru terhadap Rusia atas pembunuhan warga sipil di Bucha dan kota-kota Ukraina lainnya, tetapi dia mengatakan itu tidak cukup sebagai hukuman.

“Ratusan orang telah tewas di Bucha dan kota-kota lain, termasuk warga sipil yang telah ditembak. Rusia telah membantah tuduhan bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha,” pungkasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like