KESEHATAN

4 Tahap Gejala Migrain dan Faktor Penyebabnya

Ilustrasi Migrain. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Berbicara migrain, tentunya bagi sebagian besar masyarakat diseluruh dunia sudah tidak asing lagi.

Migrain sering dikaitkan dengan berbagai gejala seperti sakit kepala, berdenyut di satu sisi kepala, dan diiringi dengan mual serta kepekaan terhadap suara dan cahaya. Namun, tidak semua orang dapat mengalami migrain dengan gejala yang sama.

Dilansir dari Mayo Clinic, pada Selasa (10/5/2022), gejala migrain yang mempengaruhi anak-anak remaja, serta orang dewasa dapat berkembang melalui empat tahap. Yaitu, prodrome, aura, serangan dan post-drome. Akan tetapi tidak semua orang yang mengalami migrain melewati semua tahap tersebut.

Prodromal

Satu atau dua hari sebelum migrain, penderitanya mungkin melihat perubahan halus yang memperingatkan migrain yang akan datang seperti:

-Sembelit
-Perubahan suasana hati, dari depresi menjadi euforia
-Mengidam makanan
-Leher kaku
-Peningkatan buang air kecil
-Retensi cairan
-Sering menguap

Aura

Bagi sebagian orang, aura mungkin terjadi sebelum atau selama migrain. Aura adalah gejala reversibel dari sistem saraf. Mereka biasanya visual tetapi juga dapat mencakup gangguan lain.

Setiap gejala biasanya dimulai secara bertahap, menumpuk selama beberapa menit dan dapat berlangsung hingga 60 menit.

Contoh aura migrain meliputi:

-Fenomena visual, seperti melihat berbagai bentuk, titik terang atau kilatan cahaya
-Kehilangan penglihatan.
-Sensasi tertusuk jarum di lengan atau kaki
-Kelemahan atau mati rasa di wajah atau satu sisi tubuh.
-Kesulitan berbicara

Migrain biasanya berlangsung dari 4 hingga 72 jam jika tidak diobati. Seberapa seringnya migrain yang terjadi bervariasi dari orang ke orang. Migrain mungkin jarang terjadi atau menyerang beberapa kali dalam sebulan.

Selama migrain, Anda mungkin mengalami beberapa hal berikut:

-Nyeri biasanya di satu sisi kepala Anda, tetapi sering di kedua sisi
-Nyeri yang berdenyut
-Kepekaan terhadap cahaya, suara, serta terkadang bau dan sentuhan
-Mual dan muntah.

Pasca-drome

Setelah serangan migrain, Anda mungkin merasa lelah, bingung, dan pusing hingga satu hari. Beberapa orang melaporkan merasa gembira. Gerakan kepala yang tiba-tiba mungkin menimbulkan rasa sakit lagi sebentar.

Adapun beberapa faktor yang membuat Anda lebih rentan mengalami migrain, antara lain:

Sejarah keluarga.
Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan migrain, maka Anda memiliki peluang untuk lebih beresiko mudah terserang juga.

Usia.
Migrain dapat dimulai pada usia berapa pun, meskipun yang pertama sering terjadi selama masa remaja. Migrain cenderung memuncak selama usia 30-an dan secara bertahap menjadi kurang parah dan lebih jarang terjadi dalam beberapa dekade berikutnya.

Seks.
Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain daripada pria.

Perubahan hormonal.
Untuk wanita yang mengalami migrain, sakit kepala mungkin dimulai tepat sebelum atau segera setelah menstruasi. Mereka mungkin juga berubah selama kehamilan atau menopause. Migrain umumnya membaik setelah menopause.

Sementara itu, HM Arum Sabil, seorang praktisi Pendidikan Indonesia mengutarakan bahwa migrain dapat dicegah dengan menghindari pemicunya.

“Untuk menghindari migrain kita harus mempertahankan gaya hidup yang sehat seperti berolahraga yang teratur. Misalnya dengan mengatur pola tidur hingga mengurangi asupan kafein,” ujarnya.

Namun, jika kita sudah menghindari pemicunya tetapi masih tetap mengalami migrain, Arum Sabil menyarankan untuk mendatangi dokter agar mendapat penanganan yang bisa membantu mencegah bahkan mengobati migrain. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like