TIPS

5 Tips Memulai Bisnis Pertanian, Salah Satunya Mengatur Keuangan

Ilustrasi memulai bisnis pertanian (SarahRichterArt/Pixabay)

Caption: Ilustrasi bisnis pertanian kecil-kecilan. SarahRichterArt/Pixabay

 

TunasNegeri.com – Pada masa pandemi seperti saat ini, setiap orang perlu lebih kreatif untuk mencari peluang usaha. Sebab, pandemi telah mengubah lanskap bisnis di tanah air. Banyak jenis usaha yang terdampak, namun ada pula yang tetap bertahan malah semakin berkilau.

Pertanian menjadi salah satu bidang usaha yang secara umum mampu bertahan, bahkan beberapa komoditas diantaranya justru semakin menggiurkan. Komoditas tanaman hias misalnya, yang sempat moncer hingga saat ini, sebagai bentuk pelarian orang untuk mengatasi kejenuhan.

“Karena pertanian ini menjadi kebutuhan pokok manusia. Masyarakat bahkan bisa memulai usaha pertanian dengan modal yang terbatas, asal ada kemauan,” ujar HM Arum Sabil, praktisi pertanian asal Jember, saat diwawancarai reporter TunasNegeri.com

Berikut ini sejumlah tips memulai usaha pertanian hasil perbincangan TunasNegeri.com dengan HM Arum Sabil. Tips sederhana ini bisa diaplikasikan terutama bagi generasi muda yang ingin menambah penghasilan atau menjadikan pertanian sebagai profesi utama.

      

  1. Pelajari Tentang Bertani

Langkah paling tepat dalam memulai bisnis bertani adalah mempelajarinya komoditas yang akan ditanam. “Setiap komoditas pertanian tentunya punya karakteristik masing-masing. Seperti budidaya kaktus dengan budidaya ubi jalar,” ujar Arum.

Selain lewat buku, mempelajari teknis dan karakteristik komoditas yang akan dibudidayakan itu juga bisa dilakukan dengan berdiskusi atau bertanya langsung kepada yang sudah berpengalaman. “Karena teori di buku juga harus disesuaikan dengan praktik di lapangan. Di sini penting untuk menyeimbangkan keduanya,” papar Arum.

 

  1. Tulis Rencana Bisnis

Jika ingin memulai bisnis, pasti memerlukan rencana bisnis. Beberapa yang harus dipertimbangkan dalam rencana bisnis antara lain: target pasar, kondisi penawaran dan permintaan, serta segala sesuatu dan segala sesuatu yang berkaitan dengan operasi pertanian yang akan dikelola, struktur manajemen, analisis keuangan, produk, dan poin harga. Selain itu dapat melakukan siklus antara langkah ini dan langkah sebelumnya, merancang dan merencanakan karena keduanya saling berhubungan.

“Perencanaan bisnis adalah bagian yang cukup signifikan dalam memulai bisnis untuk mengambil seluruh langkah. Di sinilah awal mula mewujudkan impian dan curah pendapat dalam mewujudkannya,” ujar Arum.

 

  1. Modal

Bagi sebagian orang mungkin tidak memiliki semua memiliki modal yang di butuhkan untuk mulai bertani dalam skala yang di inginkan. Namun yang harus di ingat, dalam bertani dapat memulai dari yang kecil, maka lakukanlah dan bergerak.Tetapi mungkin butuh waktu lama untuk sampai ke puncak jika menggunakan metode ini.

“Memang jika ingin melesat maju, opsi mencari pinjaman modal bisa dipertimbangkan. Tetapi kalaupun tidak ada, bisa dimulai dengan modal yang seadanya. Yang penting tekun dan tidak mudah menyerah,” papar Arum.

 

  1. Dapatkan Lisensi dan Izin Bisnis

Jika dirasa bisnis sudah mulai merangkak berjalan normal, buatlah lisensi dan izin berbisnis. Daftarkan nama bisnis yang sedang digeluti, buatkan CV, UD atau lainnya supaya memiliki izin usaha. “Ini terutama dilakukan ketika bisnis sudah makin berkembang, untuk memenuhi aspek legalitas. Tetapi yang paling penting, dimulai saja dulu, meski informal, tidak mengapa,” tutur Arum.

HM Arum Sabil, praktisi pertanian
HM Arum Sabil, praktisi pertanian
  1. Mengatur Keuangan

Perencanaan keuangan harus ada dalam rencana bisnis. Sangat penting untuk menyiapkan sistem pembukuan dan akuntansi sejak awal bisnis pertanian kecil.

“Ini penting sekali, yaitu harus dipisahkan keuangan pribadi dengan kas usaha. Sehingga kita bisa tahu kinerja bisnis kita sudah sejauh mana dan apa yang harus dibenahi,” pungkas Arum.

 

Selamat Mencoba………… (*)

 

Reporter: Arip Ripaldi

 

 

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like