PERTANIAN

Arum Sabil : Cobain Urban Farming, Bertani di Lahan Sempit

HM Arum Sabil (kiri) bersama cucunya (kanan) saat berada di lahannya (Foto: Tunasnegeri)

TunasNegeri – Urban farming atau pertanian urban kian diminati oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Pasalnya, sistem ini dikenal sebagai salah satu sistem bertani secara praktis.

Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Pertanian @kementerianpertanian, urban farming merupakan salah satu sistem yang bisa digunakan untuk bertani di lahan sempit seperti wilayah perkotaan.

“Halo SobaTani, pada saat seperti sekarang ini, bertani di lahan sempit menjadi hal yang sering dan wajar dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Urban farming sendiri merupakan salah satu sistem bercocok tanam pada wilayah sempit seperti di perkotaan,” tulis akun Instagram Kementerian Pertanian, Kamis (8/7/2021).

Urban Farming (Foto dot.garden for Tunas Negeri)

Urban farming dapat meliputi peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura. Selain itu, urban farming juga memiliki beberapa keuntungan.

“Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasar, urban farming memiliki beberapa keuntungan lain yang bisa masyarakat dapatkan yang jelas adalah pada aspek kemanfaatan seperti menghasilkan tanaman pangan yang berkualitas karena ditanam sendiri, berikutnya hemat karena tidak perlu membeli dan media tanam yang bisa memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai sehingga ramah lingkungan dan yang paling utama apabila terjadi kelebihan panen kita bisa saling berbagi kepada tetangga yang lebih membutuhkan,” ujar Arum Sabil KA  Kwarda Gerakan Pramuka Jatim yang dalam programnya mengisiasi pramuka produktif dalam bidang pertanian dan peternakan.(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like