PEMERINTAHAN

Bareng Forkopimda, Gubernur Khofifah GroundBreaking Pembangunan Rumah Korban Gempa di Malang

Gubernur Jatim, Khofifah saat memberikan bantuan kepada warga korban terdampak gempa di Kab Malang. (Istimewa/ Pemprov Jatim)

Gubernur Jatim, Khofifah saat memberikan bantuan kepada warga korban terdampak gempa di Kab Malang. (Istimewa/ Pemprov Jatim)

 

18 April 2021

Tunasnegeri.com – Hanya berselang sepekan usai terjadinya Gempa 6,1 SR, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sudah melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan rumah  bagi korban gempa di Malang. Khofifah hadir bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto untuk peletakan batu pertama pembangunan rumah sementara di lokasi terdampak gempa yang ada di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kab. Malang pada Sabtu (17/4).

Turut mendampingi Plh. Sekdaprov Jatim, Pejabat Utama di lingkungan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, Bupati Malang H.M. Sanusi, Forkopimda Kab. Malang, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Pembangunan rumah korban gempa  tahap awal ini akan dilakukan untuk 14 rumah yang ada di Desa Jogomulyan. Desa ini sendiri merupakan salah satu desa yang cukup terdampak. Keempat belas rumah yang akan dibangun tersebut sebelumnya telah roboh atau rata dengan tanah akibat gempa minggu lalu.

Gubernur Khofifah saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah sementara layak huni bagi korban gempa di Kab Malang. (Istimewa/Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah sementara layak huni bagi korban gempa di Kab Malang. (Istimewa/Pemprov Jatim)

 

Rencananya, rumah  ini akan dibangun sesuai konsep bedah rumah yang ada di Kab. Malang sesuai standart dari Kementerian PUPR. Nantinya, pembangunan 14 rumah sederhana ini akan dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Kab. Malang dibantu oleh aparat TNI/Polri.

Usai melakukan peletakan batu pertama, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pembangunan rumah  ini segera dikebut terutama bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat akibat gempa. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa segera memulai kehidupan normal, sekaligus menghindari kerumunan  di pengungsian untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Berbagai bantuan yang masuk ke Pemkab Malang tersebut atas inisiasi Pak Bupati Malang segera dilakukan proses percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa supaya mereka tidak lagi di pengungsian karena kita belum betul-betul aman dari penyebaran Covid-19. Sehingga di rumah lebih aman daripada di pengungsian untuk mencegah terjadinya kluster pengungsi,” katanya.

Atas upaya percepatan pembangunan rumah  yang dilakukan oleh Bupati dan Forkopimda Kabupaten Malang ini, Khofifah memberikan apresiasinya. Menurutnya hal ini merupakan upaya berseiring dalam memberikan perlindungan lebih baik bagi warganya.

Gubernur Khofifah bersama Forkopimda saat berdialog dengan anak-anak korban gempa di Kab Malang. (Istimewa/Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah bersama Forkopimda saat berdialog dengan anak-anak korban gempa di Kab Malang. (Istimewa/Pemprov Jatim)

 

Untuk itu, Khofifah mendorong agar proses identifikasi, pendataan, dan validasi rumah rusak kategori berat, sedang, dan ringan termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial dilakukan dengan lebih cepat.

Apalagi pemerintah pusat melalui BNPB akan memberi stimulan untuk rumah yang kategori rusak berat sebesar Rp. 50 juta di luar ongkos pengerjaannya, kemudian rusak sedang Rp. 24 juta, dan rusak ringan Rp. 10 juta.

“Dua hari yang lalu saat saya berkunjung ke Blitar saya meminta proses identifikasi dan validasi ini selesai dalam waktu sepekan. Jadi mungkin lima hari dari sekarang saya harap proses itu selesai sehingga sudah final dan terverifikasi. Jadi mohon ini bisa disebarluaskan dan diumumkan kepada masyarakat baik melalui pengumuman yang ditempel di Balai Desa, sampai dengan RT/RW agar mereka juga bisa mengecek rumahnya masuk kategori rusak apa,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, pembangunan rumah  ini berasal dari dana bantuan ke Pemkab Malang. Diharapkan, pembangunan ini dapat selesai dalam waktu 7-8 hari. Sedangkan untuk bantuan dari BNPB, bila proses validasi selesai akan segera dikirim ke BNPB.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like