PERISTIWA

Beranjangsana ke Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bumi, Pangdam V/Brawijaya Siap Bersinergi

Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto, M.Sc., Pangdam V/Brawijaya bersama Ketua Kwarda Jatim HM Arum Sabil. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto, M.Sc., Pangdam V/Brawijaya, beranjangsana ke Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bumi, milik Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil.

Pusat pelatihan ini sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, dan di pusat pelatihan ini merupakan tempat berlatih para petani, remaja, Pramuka dan mahasiswa dengan sistem pelatihan belajar dari alam yang digagas oleh praktisi pertanian yang sekarang menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jatim, HM Arum Sabil.

Dalam kunjungannya ke P4S Taruna Bumi, Mayjen TNI Nurchahyanto, melihat langsung tentang apa yang dilakukan seperti melihat bagaimana cara beternak ayam petelur yang sehat dan efisien, serta bagaimana kandang dibuat dengan desain kandang peternakan ayam petelur yang tidak bau tapi menghasilkan produktivitas yang tinggi dan sehat serta pertanian peternakan yang terintegrasi dengan peternakan dan zero waste.

Selain itu, Mayjen TNI Nurchahyanto, juga melihat langsung bagaimana eksperimen perkawinan silang domba untuk mendapatkan gen yang unggul begitu juga perkawinan silang kambing untuk mendapatkan kualitas bibit yang unggul.

“Karena kalau domba dikawinkan dengan domba, kambing dengan kambing, secara gen domba dan kambing gak bisa kalau di kawinkan,” ujar HM Arum Sabil, di sela sela obrolan dengan Mayjen TNI Nurchahyanto, pada Minggu, (17/4/2022).

“Seperti domba merino sama domba dorper itu bisa menghasilkan domba yang gemuk dengan bibit unggul,” sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, domba merino dengan domba garut, di sini bisa dikatakan menghasilkan bibit domba Megar (Merino Garut) dan itu bagus.

Begitu juga dengan kambing boer, dikawin disilangkan dengan kambing Jawa, Boerja (Boer Jawa) sehingga dapat menghasilkan daging lebih tebal.

Lebih jauh, Ketua Kwarda Pramuka Jatim ini juga menjelaskan bahwa perkawinan tersebut merupakan salah satu eksperimen.

“Jika gagal biarlah kami yang menanggung. Tapi kalau ini berhasil ini akan dikembangkan kepada peternak dan petani dari hasil eksperimen ini,” Ungkapnya.

Pertanian yang dilakukan di P4S Taruna Bumi ini bukan hanya sekedar pertanian pangan tapi juga perkebunan dan hortikultura.

Mayjen TNI Nurchahyanto, juga sempat melihat langsung bagaimana untuk berternak itu bisa memiliki nilai ekonomi, ternyata kuncinya adalah tergantung ketersediaan sumber pakannya. Beliau melihat langsung dan antusias melihat tanaman Indigofera.

“Indigofera ini merupakan sumber pakan ternak yang memilik kandungan protein tinggi sampai antara 28% sampai 32% yang betul-betul dibutuhkan sebagai asupan protein bagi hewan ternak,” imbuhnya.

Itu karena, sambungnya, Indigofera bisa untuk pakan ayam ikan kambing domba dan sapi secara langsung di pusat pelatihan yang sekaligus juga merupakan Bumi Perkemahan.

Sementara itu, usai berkeliling di P4S taruna bumi Mayjen TNI Nurchahyanto, berencana akan menata ulang Saka Wira Kartika dimana Saka Wira Kartika ini adalah Pramuka yang dibawah binaan TNI Angkatan Darat.

“Dalam waktu dekat ini Saka Wira Kartika ini akan ditata ulang struktur kepengurusan dan akan dihidupkan lagi untuk disinergikan menjadi Pramuka produktif,” ungkap Mayjen TNI Nurchahyanto.

Mayjen TNI Nurchahyanto, juga menjelaskan bahwa bercermin dengan kejadian-kejadian negara-negara yang terlibat peperangan maka anak-anak muda atau remaja-remaja ini harus mulai ditanamkan karakter bela negara dan jiwa patriotisme.

“Bela negara ini artinya untuk menjaga negara, bukan untuk mempersiapkan perang akan tetapi kalau misalkan terjadi perang anak muda ini sudah dipersiapkan baik secara fisik, mental, psikologisnya, maka negara ini akan kuat,” tegas Mayjen TNI Nurchahyanto

Disamping fisik mental jiwa raganya kuat, maka anak-anak muda ini menjadi bagian untuk menjaga kedaulatan pangan yaitu melalui Pramuka produktif sehingga Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto, M.Sc., Pangdam V/Brawijaya bersama Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil, bersinergi untuk bela negara.

“Yang dilakukan tentang kedaulatan pangan dan energi terbaru yaitu, bagaimana anak-anak dilatih dan dididik untuk menguasai betul agar menjadi bagian dari menjaga kedaulatan pangan ini dari unsur Pertanian Peternakan dan Perkebunan,” pungkasnya. (Arip Ripaldi).

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like