PERISTIWA

Berbakti Tanpa Henti, Kwarda Jatim Bangun Huntara tahap Tiga untuk Penyintas Bencana Gunung Semeru

Ketua Kwarda Jatim HM Arum Sabil saat resmikan pembangunan Huntara tahap tiga. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur melaksanakan kegiatan Apel Bakti Pramuka Peduli Semeru pembangunan hunian sementara (Huntara) tahap tiga bagi penyintas bencana Gunung Semeru, pada Jumat, (20/5/2022) pagi.

Sejak terjadinya bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 lalu, banyak rumah warga tertimbun lahar dingin. Akibatnya, banyak rumah yang tidak bisa ditempati dan warga terpaksa mengungsi. Adanya kondisi masyarakat tersebut, Kwarda Gerakan Pramuka Jatim ikut ambil bagian dalam penanganan bencana.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim HM Arum Sabil, mengutarakan bahwa dalam kegiatan Bakti Pramuka Peduli Semeru tersebut, pihaknya sudah menuntaskan sebanyak 50 hunian sementara yang dilaksanakan dalam tiga tahap dan siap melanjutkan ke tahap empat dengan membangun sebanyak 200 Huntap.

Kak Arum sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sesuai dengan penyampaian dari Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Lumajang yang juga Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bahwa ada sekitar 200 unit yang sedianya akan dikerjakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organization (NGO). Terkait jumlah tersebut, juga masih akan di pastikan kembali nantinya yang bisa terealisasi. Sebab, perlu diketahui terlebih dahulu jumlah unit yang sekiranya tidak dapat dikerjakan oleh NGO.

“Untuk 200 unit hunian sementara, apabila nanti tidak ada NGO yang sempat mengerjakannya, maka kita bersama keluarga besar Pramuka Jatim akan bergotong royong bersama-sama dan dikomunikasikan oleh ketua Kwarcab Lumajang. Kita pikul bersama, gotong bersama, bangun bersama untuk 200 unit yang belum dilaksanakan tersebut,” tuturnya.

Pembangunan Huntara tahap tiga sendiri dilaksanakan dengan dibantu oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah dan 11 Kwartir Cabang (Kwarcab) di Jatim, yaitu Kediri, Banyuwangi, Mojokerto, Jombang, Madiun, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Kota Probolinggo, dan Kota madiun. Serta turut berpartisipasi juga empat saka yang berasal dari Kwarcab Kota Kediri, yaitu Saka Pariwisata, Saka Bhayangkara, Saka Wirakartika, dan Saka Wana Bakti.

“Ini merupakan bentuk Bakti Pramuka Peduli Semeru yang diselenggarakan oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jatim bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Lumajang dan Kwarcab se-Jatim lainnya,” paparnya.

Lebih jauh, Kak Arum juga mengatakan bahwa pembangunan Huntara dalam rangka Bakti Pramuka Peduli Semeru tahap tiga pada tanggal 20 Mei 2022 dilakukan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Menurutnya, dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional semua harus memiliki semangat yang sama, walaupun dengan peran berbeda-beda.

“Singsingkan lengan bajumu, gelorakan
semangatmu, bangunlah jiwa ragamu,
kuatkan mentalmu, asahlah pikiranmu,
dan perkuat imanmu,” tegasnya.

“Kita dorong anak-anak muda kader praja muda karana untuk menjadi pelopor di garda terdepan sebagai penemu, pencipta, dan penggas. Khususnya, dalam penguatan kemandirian serta kedaulatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan alat pertahanan negara,” sambungnya.

Kak Arum berharap, apa yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka akan bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Ia juga merasa sangat bangga menjadi bagian dari Gerakan Pramuka Jatim yang selalu ikut serta membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Karena, Pramuka selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, saat ini gerakan pramuka telah dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan pemerintah.

“Mari terus berkomitmen untuk berbakti tanpa henti,” tegasnya dengan penuh semangat.

Kak Arum juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan Pemerintah Provinsi Jatim, Kwarda dan Kwarcab se-Indonesia, Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Pemda Lumajang, dan seluruh pihak terkait atas bantuan dan dukungan berupa sumbangan dana kemanusian baik dari Jawa Timur dan luar Jawa Timur.

Sementara itu, Indah Amperawati dalam sambutannya, mengungkapkan hasil evaluasi terkait pembangunan Huntara. Terdapat beberapa NGO yang semula berkomitmen akan membantu misal 20 unit tapi kemudian karena sesuatu hal maka berubah hanya berkomitmen 5 unit dan ada yang 10 unit. Sehingga, terkait pembangunan huntara sekitar 200 unit itu masih belum diketahui siapa yang akan membangun.

Lebih jauh, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lumajang juga menjelaskan bahwa terkait pembangunan sekitar 200 unit itu sudah mulai dievaluasi dan dipastikan kembali untuk dikonfirmasi kepada NGO yang semula berkomitmen.

“Maka, insyaallah Minggu depan akan ada jumlah yang tepat terkait berapa unit yang tidak dibangun oleh NGO. Sehingga, nantinya dapat kami laporkan kepada Ketua Kwarda Jatim terkait jumlah unit yang pasti,” pungkasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like