INTERNASIONAL

Bergabung Dengan AS dan Uni Eropa, Jepang Usir 8 Diplomat

Ilustrasi Bendera negara. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Protes terhadap invansi yang dilakukan Rusia ke Ukraina, Jepang perluas sanksi dengan mengusir delapan diplomat.

Jepang bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, yang pekan ini mengumumkan sanksi besar-besaran seperti larangan mengimpor batu bara dan membekukan aset bank dan individu, termasuk putri Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Rusia telah berulang kali melanggar hukum humaniter internasional dengan membunuh warga sipil dan menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir. Ini adalah kejahatan perang yang tak termaafkan,” kata Perdana Menteri Fumio Kishida dalam konferensi pers. Dikutip dari Reuters pada Sabtu (9/4/2022).

“Dengan tindakan tegas (melawan Rusia) dan dukungan yang memenuhi kebutuhan rakyat Ukraina, kami akan memperjelas bahwa komunitas internasional tidak akan pernah menerima kemarahan Rusia dan Jepang berdiri bersama dengan Ukraina.” Sambungnya.

Sebelumnya, dalam langkah yang jarang dilakukan Jepang, Kementerian Luar Negeri mengumumkan pengusiran delapan diplomat dan perwakilan perdagangan sebagai bagian dari penilaian komprehensif yang mencakup kecaman atas pembunuhan warga sipil oleh Rusia.

“Kami menyerukan pasukan Rusia untuk segera mundur. Propagandanya yang menyangkal pembunuhan warga sipil dan mengatakan insiden ini dipalsukan oleh Barat sama sekali tidak dapat diterima,” kata Sekretaris Pers Luar Negeri Hikariko Ono dalam konferensi pers.

Sanksi baru lainnya termasuk larangan mengimpor barang-barang Rusia tertentu dan membekukan aset pemberi pinjaman milik negara Sberbank. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like