KESEHATAN

Boleh Vaksin untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui, Arum Sabil: Perjuangan Melawan Covid-19 Harus Dilakukan Seluruh Lapisan Masyarakat

Ilustrasi Vaksinasi Ibu Hamil (Sumber: health.detik.com)

Tunasnegeri.com – Diperbolehkannya ibu hamil untuk vaksinasi Covid-19 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuktikan bahwa tidak ada dampak buruk bagi kesehatan ibu maupun janin terkait disuntikkannya vaksinasi pada ibu hamil.

Dilansir melalui studi terdahulu belum juga ditemukan bahaya vaksinasi pada risiko keguguran maupun kesuburan. Reuters mengatakan bahwa ibu hamil dapat menerima vaksinasi di antara ketiga vaksin yang telah diberikan izin yaitu Johnson & Johnson, Moderna, atau Pfizer.

“Penyerapan wanita hamil terhadap vaksin juga tergolong rendah, yaitu hanya mencapai 23%,”ungkap Sacha Ellington, selaku Ketua Tim Kesiapsiagaan dan Tanggapan Darurat di Divisi Kesehatan Reproduksi CDC, Amerika Serikat. Menurut CDC, kehamilan meningkatkan risiko penyakit parah akibat Covid-19, dan Covid-19 sendiri berisiko meningkatkan kelahiran prematur.

Di Indonesia sendiri, awalnya vaksinasi bagi ibu hamil menuai pro-kontra. Dilansir melalui Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, vaksinasi untuk ibu hamil dan ibu menyusui bukan menjadi prioritas dan masuk ke dalam daftar kelompok orang yang tidak diberikan vaksin Covid-19.

Di sisi lain, mulai bulan Juni 2021 Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah menganjurkan vaksin Covid-19 untuk diberikan pada ibu hamil (dengan risiko) dan ibu menyusui. Namun Kemenkes sendiri telah menetapkan hanya ibu menyusui yang boleh diberikan vaksin di Indonesia. Berdasarkan surat keputusan KEMENKES pada Agustus 2021 ibu hamil di Indonesia diperbolehkan vaksin yaitu jenis Pfizer, Sinovac, dan Moderna.

H.M Arum Sabil, praktisi Agribisnis dan Pendidikan Indonesia (Foto Tunas Negeri)

Menanggapi hal tersebut, HM Arum Sabil berpendapat, “di masa pandemi ini siapapun sudah seharusnya berjuang melawan Covid-19. Vaksin itu sebuah ikhtiar untuk mengurangi gejala, apa yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan mari kita lakukan bersama-sama.”. Arum Sabil juga mengatakan bahwa lonjakan angka Covid-19 yang tak kunjung padam hingga saat ini bukan merupakan ancaman, namun jadikan pacuan untuk terus berbenah dan saling jaga dengan sesama.

Perlu kita ingat bersama bahwa pemberian vaksin bukan berarti menghindarkan kita sepenuhnya dari bahaya virus Corona. Menaati protokol kesehatan adalah hal terpenting yang dilakukan untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19.(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like