SOSIAL

Cegah Radikalisme, Gus Hans: Dorong Generasi Muda Berguru ke Sanad Ilmu yang Jelas

KH Zahrul Azhar Asumta As’ad

KH Zahrul Azhar Asumta As’ad, ulama muda Jatim. 

 

Kamis, 01 April 2021

 

Tunasnegeri.com – Dua rangkaian teror yang menghentak publik dalam seminggu terakhir, memicu keprihatinan banyak pihak. Salah satunya adalah dari ulama muda, KH Zahrul Azhar Asumta As’ad. Terlebih kedua peristiwa tersebut –bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar dan penyerangan di Mabes Polri – melibatkan generasi muda sebagai pelakunya.

“Saya sangat prihatin atas kejadian yang melibatkan para remaja tanggung ini. Semoga ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua bahwa kita harus aktif menebarkan tentang nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin,” ujar sosok yang karib disapa Gus Hans ini kepada TunasNegeri.com.

Generasi muda, lanjut Gus Hans, perlu menjadi perhatian lebih dalam kebijakan pencegahan berkembangnya paham radikalisme. Sebab, di usianya yang masih muda, mereka rawan untuk terpapar konten-konten yang menyimpang dari ajaran agama. Kondisi ini yang dimanfaatkan para penyebar ideologi teror untuk mendoktrin dengan pemahaman agama yang salah.

“Kita harus aktif mendorong mereka untuk menuntut ilmu kepada mereka yang bersanad keilmuan yang jelas sesuai ajaran ahlussunah wal jamaah. Situasi pandemi ini membuat anak anak muda memiliki waktu kosong, sementara rasa ingin tahu mereka terhadap tidak bisa dihindari. Jika kita tidak pro aktif dalam menjawab “rasa ingin tahu”-nya , maka mereka akan mencari sendiri dengan cara mereka sendiri,” papar Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

Gus Hans khawatir, jika remaja yang masih labil tersebut mendapatkan asupan informasi yang menyimpang tentang agama, maka bisa menodorng mereka pada kejumudan berfikir. “Ini bisa berdampak pada perilaku yang tidak memanusiakan manusia,” papar Gus Hans.

Padahal, menurutnya, ajaran Islam sejatinya mengajarkan umat untuk saling mengasihi antar sesama. “Cara terbaik dalam memuliakan Allah SWT adalah dengan memuliakan seluruh mahluk ciptaanNya. Esensi beragama adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang saling mengasihi dan memberi manfaat didunia sebagai bekal menuju alam keabadian yaitu akhirat,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum,  Rejoso Peterongan, Jombang, Jatim ini.

 

Pramuka Bisa Menjadi Opsi

Salah satu upaya untuk mencegah generasi muda terpapar ideologi radikal adalah dengan memberikan wadah bagi mereka untuk banyak berkegiatan yang positif. Pramuka, lanjut Gus Hans juga bisa menjadi salah satu pilihannya.

“Jangan biarkan mereka memilik waktu dan pikiran yang kosong sehingga mudah dimasuki oleh paham-paham yang menyesatkan. Beri mereka aktivitas positif seperti pramuka atau kegiatan kepemudaan lainnya,” pungkas Gus Hans. (*)

 

Reporter: Muhammad Faizin

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like