PERISTIWA

Dampak Penerapan Embargo Total Minyak Rusia sebabkan Beberapa Negara Uni Eropa Khawatir

Ilustrasi bendera Uni Eropa. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Persatuan Uni Eropa (UE) telah berjuang untuk menyetujui penerapan embargo total terhadap minyak dari Rusia.

Beberapa negara anggota menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut akan berakibat fatal bagi perekonomian mereka.

Seperti Hongaria, dimana negara tersebut sebagian besar minyaknya berasal dari Rusia. Hongaria telah menjadi penentang embargo yang paling menonjol. Bahkan negara tersebut membandingkan efek atau dampak potensial dari adanya larangan penuh tersebut, seperti ‘bom atom’.

Kekhawatiran serupa atas embargo telah disuarakan oleh negara-negara terkurung daratan lainnya, yaitu Ceko dan Slovakia.

Awal pekan ini, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan penjelasan mengapa UE masih terus membeli minyak Rusia.

“Jika kita benar-benar, segera, mulai hari ini menghentikan minyak (Rusia, Red), Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin, Red) mungkin dapat membawa minyak yang tidak dia jual kepada UE ke pasar dunia, dimana harganya akan meningkat dan menjualnya lebih banyak – dan itu akan mengisi peti perangnya,” kata von der Leyen dalam sebuah wawancara dengan MSNBC, dilansir dari RT, pada Senin (30/5/2022).

Para diplomat Uni Eropa dilaporkan telah mencoba untuk datang dengan solusi kompromi, seperti memulai embargo dengan melarang pengiriman minyak Rusia melalui laut dengan mengecualikan jaringan pipa dari pembatasan potensial.

Upaya itu bagaimanapun tampaknya telah gagal, negara-negara UE sekarang akan mencoba dan menyetujui pembatasan selama pertemuan puncak yang dijadwalkan pada Senin dan Selasa, 30 dan 31 Mei 2022.

Uni Eropa telah memberlakukan beberapa paket sanksi terhadap Rusia setelah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina pada akhir Februari 2022 lalu.

Rusia menyerang negara tetangga itu menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014 dan pengakuan Moskow atas republik Donbass, Donetsk, dan Lugansk.

Sementara itu, HM Arum Sabil seorang praktisi Agribisnis Pertanian dan Peternakan mengatakan bahwa negara-negara besar yang memiliki kemandirian di Uni Eropa bisa lumpuh juga apalagi negara yang tidak memiliki kemandirian apapun.

Menurutnya, dampak dari ketergantungan suatu negara terhadap negara lainnya memang dapat mengancam kesejahteraan suatu bangsa. Karena, ketergantungan adalah puncak kerapuhan dan kemandirian adalah bentuk kekuatan.

“Oleh karena itu, segala bentuk peperangan, bencana alam, termasuk juga pertumbuhan penduduk harus bisa kita antisipasi bersama,” pungkasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like