PERISTIWA

Dilantik menjadi Anggota Kehormatan, Dubes RI untuk Rumania dan Moldova akan Kirimkan Sejumlah Anggota Pramuka ke Rumania

Dubes Amhar Azeth bersama Konhor Emil Sirbu saat dilantik menjadi Anggota Kehormatan Pramuka. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Guna menjalin kerjasama antara Rumania dengan Indonesia, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Rumania dan Republik Moldova, Irjen Pol (Purn) M Amhar Azeth didampingi Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Constanta, Rumania, Emil Sirbu, beserta jajaran pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bucharest bertandang ke Jawa Timur.

Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, HM Arum Sabil dengan melantik Dubes RI Amhar sebagai Anggota Kehormatan Pramuka, pada Minggu (5/6/2022).

Dubes RI Amhar menjelaskan bahwa sebagai mantan kepolisian, kepramukaan sangat melekat dengan dirinya sejak lama. Sehingga, dengan dilantiknya sebagai Anggota Kehormatan tersebut, dirinya merasa sangat bangga.

“Saya berterimakasih kepada Kak Arum (sapaan akrab HM Arum Sabil, Red) yang telah melantik saya sebagai Anggota Kehormatan. Kedatangan saya kesini sebagai Duta Besar RI, tapi di forum ini saya sebagai anggota Pramuka termasuk Pak Emil,” ujarnya yang kini resmi dipanggil dengan sapaan Kak Amhar.

“Sebelum kembali ke Rumania, saya mohon untuk bisa dibuatkan kartu anggota Kwartir,” lanjutnya.

Dihadapan para anggota Pramuka, Kak Amhar menjelaskan bahwa hubungan Rumania dan Indonesia telah terjalin sejak lama hingga saat ini, yakni selama 72 tahun. Rumania menjadi salah satu negara Eropa Timur yang mendukung Kemerdekaan Indonesia di PBB. Baik tentang hubungan perdagangan, teknologi kesehatan, kedokteran, maupun pertanian Indonesia, banyak mengadopsi ilmu dari yang diterapkan di Rumania.

Kedatangannya ke Jawa Timur adalah untuk melakukan kerjasama melalui adanya investasi yang akan dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Rumania kurang lebih sekitar 1 juta EUR.

Kak Amhar mengatakan, terdapat banyak sektor yang nantinya akan dikembangkan, diantaranya pembuatan pabrik selongsong peluru, penerapan teknologi Weather Modification, serta penerapan teknologi lainnya guna mengangkat pertanian dan perkebunan yang ada di Indonesia.

Menurut Kak Amhar, saat ini yang diperlukan adalah dengan mengembangkan sektor pertanian. Sehingga, dirinya berencana untuk mengembangkan budidaya jagung, kedelai, dan kentang.

“Kentang dari Indonesia masih tidak bisa mengalahkan Eropa, sehingga teknologinya akan kita bawa kesini (untuk diterapkan di Indonesia, Red),” jelasnya.

Dengan demikian, dikemudian hari Indonesia tidak ketergantungan dengan impor. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, dimana sebaiknya mendatangkan expert/ahlinya ke Indonesia.

“Paling lambat awal Agustus atau akhir Juli, para ahli/expert Rumania akan dibawa ke Indonesia,” ujarnya.

Terkait teknologi Weather Modification, Kak Amhar menjelaskan bahwa teknologi tersebut saat ini hanya dikuasai oleh 4 negara di dunia, yakni Amerika, Rusia, Cina, dan Jerman. Ada 3 sistem yang digunakan dalam merekayasa cuaca. Pertama, penyebaran dengan light flying. Pesawat ringan akan menyebarkan unsur kimianya di awan. Hal tersebut merupakan sistem yang digunakan oleh Amerika. Kedua, sistem penembakan dengan roket yang digunakan oleh Rusia karena tidak banyak memiliki traffic udara.

“Dan yang terakhir, ketiga, seperti yang digunakan oleh Jerman, yaitu dengan menyemprotkan dari ketinggian agar awan dapat menjadikan 40% butiran air turun,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Amhar juga menjelaskan bahwa Rekayasa cuaca diperlukan di Eropa Timur untuk membantu pertanian agar tidak busuk ketika global warming saat musim salju dan tidak rusak kering ketika musim panas yang bisa mencapai 40 derajat celcius.

“Oleh karena itu Weather Modification ini diperlukan, dan ini akan dimulai dicoba di Jawa Timur untuk Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo),” tegasnya.

Perihal peternakan, Kak Amhar menyampaikan kebutuhan konsumsi susu sapi secara nasional hanya baru bisa tercukupi sebesar 27%. Sedangkan sisanya, 73% Indonesia masih ketergantungan dengan produk susu sapi yang berasal dari luar negeri.

Kak Amhar juga membandingakan jumlah produksi susu sapi di Indonesia dan Rumania. Berdasarkan informasi yang didapatkan, susu sapi di Indonesia hanya mampu menghasilkan paling tinggi 16-20 liter, sedangkan di Rumania bisa diatas 50 liter. Teknologi tersebut yang ingin nantinya dibawa ke Indonesia untuk diterapkan juga.

Adanya rencana-rencana pengembangan tersebut, Kak Amhar sebagai Anggota Kehormatan Pramuka menyampaikan kebutuhannya akan pemuda anggota Pramuka guna mempelajari teknologi di Rumania.

“Pemuda-pemuda tersebut nantinya akan tinggal di Rumania selama 2 minggu guna mempelajari weather modification science serta teknologi pengembangbiakan sapi dan perkebunan,” imbuhnya.

Berdasarkan rencana tersebut, HM Arum Sabil yang akrab disapa Kak Arum menyambut dengan baik dan mengatakan bahwa tentunya akan dibicarakan dengan para pimpinan Kwarda dan para Ketua Kwarcab se-Jatim.

“Kita cari anak-anak muda yang berprestasi dan tentunya memiliki kecakapan bahasa inggris yang bagus. Karena, mereka yang dikirimkan ke Rumania akan ditekankan keilmuannya. Salah satunya dibidang agribisnis. Termasuk rekayasa cuaca untuk membuat hujan serta teknologi drip irigation,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Kak Arum nantinya anak-anak muda yang dikirimkan akan disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana pengembangan. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like