PENDIDIKAN

Dorong Siswa-siswi Capai Kompetensi Maksimal, Pelita Hati Shcool Beri Ruang untuk Gali Potensi

Gedung baru Pelita Hati School di City Forest. (Foto: Humas Pelita Hati School).

Tunasnegeri.com – Sebagai sekolah yang berkompeten, Pelita Hati School Jember terus mendorong siswa-siswinya untuk mencapai kompetensi maksimal. Hal tersebut tentunya sesuai dengan visi misi sekolah, yaitu dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk mengejar dan menggali potensi terbaiknya melalui program-program yang ada.

“Untuk mencapai visi misi yang abstrak tersebut kami mengemasnya dalam bentuk konkret yaitu dengan adanya ekstrakulikuler,” papar Lazarus Heo Manno, S.Pd, Kepala Sekolah SMP dan SMA Pelita Hati School, pada Selasa, (19/4/2022).

Lazarus, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran yang diterapkan di Pelita Hati School tidak hanya dengan satu cara/metode, sebab setiap individu anak memiliki potensi yang beragam. Oleh karena itu, anak perlu diberikan kesempatan belajar dengan caranya masing-masing.

“Salah satunya seperti yang bisa kita lihat hari ini, kita mendukung mereka juga belajar mengerti yang namanya spiritual jadi kita berikan ruang yang luas untuk mereka belajar dari lingkungan atau dari guru-guru,” terangnya.

Ekstrakurikuler yang terdapat di Pelita Hati School sendiri terbagi menjadi dua, yakni akademis dan non akademis. Pada ekstrakurikuler akademis, terdapat tambahan pembelajaran bagi siswa-siswi yang akan mengikuti olimpiade. Hal ini tentunya bertujuan untuk melati anak dalam berkompetisi. Sehingga, tak jarang Pelita Hati School Jember menorehkan prestasi baik regional maupun nasional.

Sedangkan pada ektrakurikuler non akademis, terdapat berbagai kegiatan olahraga seperti futsal, basket, dsb. Namun, dimasa pandemi saat ini ekstrakurikuler yang bersifat non akademis mulai dibatasi.

“Kami tidak hanya memfokuskan pada kecerdasan akademis anak saja, namun juga terhadap kepekaan sosialnya. Oleh karena itu, tumbuh kembang mereka secara sosial dan psikososial juga diperhatikan disini,” pungkas Lazarus.

Lazarus juga memaparkan bahwa terdapat program baru yang saat ini dijalankan, yaitu program bimbingan dan konseling. Program tersebut bertujuan untuk mendukung anak-anak supaya lebih mengenal dirinya dan mengenal kompetensinya. Program tersebut pun banyak mendapatkan sambutan yang baik dari orang tua maupun anak-anak.

Program bimbingan konseling (BK) Pelita Hati School menyediakan guru psikolog dan konseler guna memfasilitasi siswa-siswinya untuk bercerita. Jika pada umumnya guru BK dihindari oleh pelajar, berbeda halnya dengan disini. Disini justru siswa-siswi yang antusias untuk bercerita.

Dengan adanya keterbukaan dari siswa-siswi tersebut, maka akan ada hal-hal yang bisa menjadi catatan dan harus diperhatikan oleh semua pihak. Karena, dari sana lah bisa dipahami ketika siswa-siswi memiliki masalah tertentu.

“Kami menyadari bahwa prestasi akademis tidak akan tercapai jika anak-anak tidak sehat secara rohani dan sosial. Karena, jika ada yang tidak seimbang, mereka tidak fokus dalam belajar sehingga sulit untuk bisa mencapai potensi maksimalnya,” jelas Lazarus. (Arip Ripaldi).

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like