PERISTIWA

Dubes RI untuk Rumania dan Moldova akan Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Berbagai Sektor di Jawa Timur

Dubes Amhar Azeth bersama Konhor Emil Sirbu saat bertemu Gubernur Khofifah di Grahadi. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Rumania dan Republik Moldova Irjen Pol (Purn) M Amhar Azeth melakukan kunjungan ke Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada (5/6/2022).

Dalam kunjungannya, Dubes RI didampingi Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Constanta, Rumania, Emil Sirbu, beserta jajaran pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bucharest melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Amhar menyampaikan terkait rencananya menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pertahanan antara Rumania dan Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Sebab, Jawa Timur diketahui sebagai pelabuhan terbesar kedua dan juga sebagai spotting logistic serta kebutuhan untuk negara-negara di Asia Timur bahkan hingga ke Amerika.

“Kegiatan ini tentunya didukung oleh Gubernur Khofifah dan nantinya akan mulai kerjasama ‘p to p’ atau privat to privat yang dikoordinir oleh Bapak HM Arum Sabil dengan jajaran para pengusaha-pengusaha yang ada disini,” terangnya Amhar.

Dari hasil pertemuan sebelumnya dengan Bupati Gresik, Amhar menyampaikan bahwa keduanya telah berkomitmen membangun pabrik selongsong peluru. Rencana tersebut juga telah direstui oleh Menteri Pertahanan melalui Kepala KKIP, karena kebutuhannya dinilai ever lasting dan sangat banyak.

Amhar menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang berebut menguasai 3 hal yakni energi, makanan, dan air untuk bertahan hidup. Dirinya melihat masih adanya kesulitan dalam ketersediaan air bersih tidak hanya di Jawa Timur, namun di Indonesia. Sehingga, dirinya berencana akan menerapkan Technology Weather Modification.

“Technology Weather Modification ini tidak hanya berguna untuk mengendalikan cuaca, tetapi juga bisa mendatangkan hujan untuk menjadi drinking water,” paparnya.

Technology Weather Modification saat ini hanya dikuasai oleh 4 negara di dunia, yakni Amerika, Rusia, Cina, dan Jerman. Teknologi tersebut diklaim 10 kali lipat lebih murah daripada perusahaan daerah yang menyuling air sungai. Hal tersebut juga telah diakui oleh PT Krakatau Steel, sebuah perusahaan BUMN yang juga menggunakan Technology Weather Modification.

Sebagai perusahaan besar, PT Krakatau Steel mengalami kendala dalam menyuling air sungai yang dialirkan sepanjang 50 meter untuk kebutuhan pabrik dan warga Cilegon. Perusahaan tersebut saat ini kembali bertemu dengan Rumania untuk melakukan kontrak kerjasama.

Gubernur Khofifah menyambut baik atas hadirnya Dubes RI Romania dan Konsul Kehormatan RI Rumania di Jawa Timur. Terlebih, kedatangan tersebut bertujuan untuk membangun hubungan kerjasama di berbagai sektor, diantaranya seperti sektor industri, teknologi kesehatan/kedokteran, dan juga pertanian.

Terkait teknologi di bidang kesehatan, sebagaimana diketahui bahwa Antibiotik generik terbaik di dunia adalah di Rumania.

“Saya rasa ada hal yang penting dilakukan adalah tentang penjajakan untuk membuat pabrik produksi antibiotik disini, sebab antibiotik sangat dibutuhkan oleh seluruh industri rumah sakit terlebih RS dr. Soetomo yang dijadikan sentra layanan kesehatan untuk Indonesia bagian timur,” terang Khofifah.

Jika hal tersebut terealisasikan, maka sejalan dengan pesan Presiden untuk bisa belanja dari produk dalam negeri. Khofifah menjelaskan bahwa pabrik antibiotik bisa didirikan dimana saja di area-area industrialistik yang ada di Jawa Timur.

“Mungkin jika mau clustering, Pier dapat dipilih karena tidak jauh dari airport dan pelabuhan,” imbuhnya.

Kaitannya dengan pertanian, Khofifah menyampaikan bahwa ada teknologi pertanian yang sebenarnya saat ini dibutuhkan oleh Indonesia khususnya Jawa Timur, misalnya teknologi untuk kedelai. Karena, kebutuhan kedelai sebagai raw material tempe tergolong tinggi. Oleh karena itu nanti akan dilihat pola tanamnya dengan menghitung masa tanam padi agar dapat di optimalkan bergantian dengan kedelai. Sehingga, nantinya dapat didetailkan terkait apa yang memungkinkan dapat dikerjasamakan.

“Adanya pertemuan ini, untuk bisa membangun partnership di berbagai sektor. Ada industri, teknologi kesehatan/kedokteran, dan pertanian. Saya rasa ini bisa di follow up,” ujar Khofifah. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like