EKONOMI PEMERINTAHAN

Gubernur Khofifah Dorong Bank Jatim Prioritaskan Dana PEN Untuk UMKM

Gubernur Jatim, Khofifah saat menghadiri pertemuan dengan jajaran petinggi Bank Jatim, pimpinan OJK dan Bank Indonesia Jatim. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

 

Gubernur Jatim, Khofifah saat menghadiri pertemuan dengan jajaran petinggi Bank Jatim, pimpinan OJK dan Bank Indonesia Jatim. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

 

Kamis, 11 Maret 2021

 

TunasNegeri.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong Bank Jatim untuk memprioritaskan penyaluran dana Rp 2 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

“Saya berharap, Rp 2 Triliun untuk pemulihan PEN itu bisa diprioritaskan untuk UMKM. Ada banyak peluang usaha dan Bank Jatim yang bertugas ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan akselerasi pembangunan di Jatim,” ujar Khofifah saat berbicara di depan jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jatim Tbk pada Rabu (10/02) dalam pertemuan yang digelar di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim.

 

Langkah itu, menurut Khofifah, untuk mempercepat strategi percepatan ekonomi di Jawa Timur. “Saya ingin Bank Jatim sebagai Bank Pembangunan Daerah punya peran ganda, sebagai pengungkit ekonomi daerah, penyalur kredit murah juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah,” imbuh Khofifah.

 

Pada pertemuan yang juga dihadiri pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia Korwil Jawa Timur itu, Khofifah membeberkan peluang usaha perbankan di tengah Pandemi. Analisa peluang itu berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

 

“Saya punya data, peta kekuatan keuangan masing masing daerah dan prospek industri serta iklim investasi di Jawa Timur. Alhamdulillah, berdasarkan catatan BKPM, iklim investasi di Jawa Timur masih kuat dan pertumbuhannya paling tinggi dibanding provinsi-provinsi lain di pulau Jawa,” ujar mantan Menteri Sosial itu.

 

Dengan penuh semangat, Khofifah memaparkan dengan gamblang dan lugas tentang arahan agar perbankan khususnya Bank Jatim bisa bekerja secara sinergis. Yakni dengan memperkuat digital banking, penguatan produk perbankan yang lebih customer friendly serta menjalin kolaborasi yang lebih kuat dengan pimpinan daerah di Jatim.

 

“Saat ini perusahaan harus memahami peta aktor kelembagaan daerah, dunia usaha dan peluang pembiayaan usaha maupun fungsi penampung dana APBD serta optimalisasi dana pihak ketiga. Itu juga ada di RPJMD masing masing,” ujar Khofifah.

 

Karena punya prospek yang kuat, Khofifah mengajak jajaran Bank Jatim untuk turut menjadikan wilayah ini sebagai lahan investasi yang menarik. “Kita harus petakan, aktor-aktor di daerah dan program strategis apa yang ada di 38 kota/kabupaten di Jatim. Sampai hari ini sudah ada 17 kepala daerah yang baru terpilih dalam pilkada 2020 lalu,” papar mantan anggota DPR RI termuda pada tahun 1992 ini.

 

“Kita harus bisa berubah dengan cara membuat perubahan sikap dan cara berfikir diri kita sendiri. Karena perubahan sikap dan cara berfikir itulah capaian terbesar peradaban umat manusia,” pesan Khofifah yang mengutip falsafah perubahan dari Oprah Winfrey.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Bank Jatim Busrul Iman menyatakan akan melaksanakan arahan dari Gubernur selaku pemegang saham pengendali. “Kita akan mengoptimalkan dana PEN sebagaumana arahan Gubernur Jatim,” tukas Busrul.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like