EKONOMI Uncategorized

Hilirisasi Pertanian, Harapan Mantan Plh Bupati Untuk Bupati Jember

Keterangan Foto: Mantan Plh Bupati Jember, Hadi Sulistyo (kemeja putih) saat berkunjung ke City Forest dan berdiskusi soal pertanian dengan HM Arum Sabil. (Foto: Franky)

Keterangan Foto: Mantan Plh Bupati Jember, Hadi Sulistyo (kemeja putih) saat berkunjung ke City Forest dan berdiskusi soal pertanian dengan HM Arum Sabil. (Foto: Franky)

Selasa, 02 Maret 2021

TUNASNEGERI.COM – Berbagai harapan disematkan kepada pasangan bupati-wabup Jember yang baru dilantik, H. Hendy Siswanto dan KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun). Salah satunya datang dari mantan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember, Hadi Sulistyo.

“Kita semua berharap, Jember bisa kembali bangkit, karena potensinya sangat besar. Salah satunya adalah modernisasi pertanian,” ujar Hadi Sulistyo, di sela-sela kunjungannya ke City Forest & Farm Arum Sabil yang ada di kawasan Kaliurang, Sumbersari, Jember pada Selasa (02/03). Kawasan tersebut juga merupakan kantor media TunasNegeri.com.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur (Jatim) menempati peringkat pertama sebagai produsen padi terbesar di Indonesia tahun 2020. Produksi padi Jawa Timur meningkat 0,44 juta ton dari 9,58 juta ton pada 2019 menjadi 10,02 juta ton di 2020. Dari seluruh kabupaten/kota yang ada, Jember merupakan salah satu penyumbang beras terbesar.

“Soal produksi beras, Jember ini sangat potensial. Karena selain subur, luas lahan pertanian di Jember ini sangat mendukung untuk pasokan padi tingkat nasional,” papar Hadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ini.

Di sisi lain, potensi besar itu memiliki tantangan tersendiri. Yakni bagaimana agar bupati Jember mampu mengangkat kesejahteraan para petani.

“Kuncinya adalah mengubah mindset petani agar ke depan jangan sekedar menjual gabah. Tetapi harus ada nilai tambahnya, sehingga petani mendapat keuntungan yang lebih,” tutur birokrat asli Jember ini.

Untuk mendorong hal tersebut, Hadi berharap Pemkab Jember di bawah kepemimpinan yang baru, bisa mendorong hilirisasi kalangan pertanian. “Kalau sektor hulu, petani sudah pintar cara menanam. Tinggal mendorong modernisasi di sektor hilir,” harap alumnus SMAN 1 Jember ini.

Hal senada juga disampaikan tokoh pertanian Jember, HM Arum Sabil yang menyambut Hadi di City Forest. “Hilirisasi ini bisa ditempuh salah satunya lewat penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Arum Sabil.

Penguatan BUMDes untuk menunjang hilirisasi pertanian ini, menurut Arum juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintahan Jokowi berupaya memperkuat peran pemerintah desa untuk memakmurkan kesejahteraan masyarakat desa termasuk kalangan petani.

“Berbagai kebijakan pusat, seperti Dana Desa, bisa menjadi modal untuk memperkuat posisi BUMDes dalam meningkatkan nilai lebih dari hasil produksi petani. Pemkab diharapkan bisa memfasilitasi penguatan peran BUMDes, semisal untuk usaha penggilingan ataupun distribusi beras kualitas premium,” ujar pengusaha yang merintis karirnya dari bawah sebagai petani ini.

Dari ratusan BUMDes yang ada di Jember, menurut Arum, bisa didorong untuk saling bersinergi.

“Karena masing-masing desa kan punya potensi yang berbeda, sehingga di sini peran Pemkab Jember untuk memfasilitasi saling sinergi dan kolaborasi antar sesama BUMDes,” pungkas Arum. (*)

Penulis: Muhammad Faizin

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like