INTERNASIONAL

Industri Kimia di Jerman Ungkap Masalah Besar Jika Tanpa Gas dari Rusia

Ilustrasi industri kimia di Jerman. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Chemical industry association (VCI) atau asosiasi industri kimia di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di eropa (Jerman) ungkap jika gas dijatah, fasilitas produksi harus ditutup, mungkin selama berbulan-bulan, menyebabkan efek domino di negara lain.

Sebelumnya, Rusia meminta bagi negara-negara yang ‘tidak bersahabat’ untuk mulai membayar pengiriman energi Rusia dalam mata uang rubel, bukan dalam euro atau dolar.

Kepala VCI, Christian Kullmann, dikutip Tunas Negeri dari Reuters, pada Kamis, (31/3/2022), mengungkapkan bahwa dengan di berlakuan hal tersebut akan menjadikan permasalahan yang besar.

“Ini adalah kompleks besar yang saling terkait dalam aliran materialnya. Anda tidak hanya mematikannya dan menyalakannya lagi seperti microwave. Begitu pabrik kimia ditutup, mereka tidak bergerak selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan,” ujar Christian Kullmann.

Christian berpendapat dengan di tutupnya pabrik kima dalam waktu dekat akan merambat ke industri yang lain seperti industri otomotif, teknik mesin dan yang lainya.

“Jika pabrik kita tidak bergerak, beberapa saat kemudian jalur perakitan di industri otomotif, di bidang teknik mesin dan di banyak industri lainnya juga akan berhenti. Akan ada efek domino yang sangat besar di hampir semua industri – satu demi satu akan tumbang,” pungkasnya.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like