KESEHATAN

Ini Sebab Virus Hendra dapat Menular Pada Manusia

Ilustrasi Virus Hendra. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Belum usai pandemi Covid-19 yang melanda dunia, baru – baru ini para peneliti kembali menemukan virus baru Hendra (HeV).

HeV adalah keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus. Pertama kali ditemukan pada 1994 di Hendra, Brisbane, Australia. Sebab itu dinamakan Hendra.

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengutarakan bahwa virus hendra berasal dari kelelawar pemakan buah-buahan.

“Dia itu senang buah. Menggerogoti buah. Buahnya jatuh. Kemudian dimakan kuda, dan kuda itu menjadi sakit,” tulis Prof. Zubairi, dilansir pada Senin, (23/5/2022) dari akun twitter pribadi miliknya.

Prof. Zubairi menjelaskan cara penyebaran virus Hendra kepada manusia.

“Rupanya kalau ada penebangan hutan, maka kelelawar itu akan pindah terbangnya ke pohon-pohon yang dekat rumah, dekat peternakan kuda. Jadi hati-hati dengan penebangan hutan,” tutur Prof. Zubairi.

“Kontak virus bisa terjadi saat manusia melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, seperti cairan hidung atau darah” sambungnya.

Kendati demikian, Prof. Zubairi menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penyebaran virus Hendra dari manusia ke manusia, maupun kelelawar ke manusia. Manusia hanya tertular dari kuda.

Gejala yang terjadi jika terpapar virus Hendra mulai dari perdarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru.

Lebih jauh, Prof. Zubairi mengatakan berdasarkan data, 7 dari 10 manusia yang terinfeksi Hendra meninggal. Namun infeksi Hendra pada manusia amat jarang terjadi.

“Enggak usah panik,” tulis Prof. Zubairi.

Sedangkan untuk cara pencegahan virus Hendra diantaranya memberi vaksin virus Hendra pada kuda yang sudah ada sejak 2012. Sementara vaksin untuk manusia belum tersedia.

“Yang krusial, ya selalu jaga kebersihan peternakan dan biasakan hidup higienis, termasuk cuci tangan,” pungkasnya. (*)

 

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like