BUDAYA PEMERINTAHAN

Jaga Jati Diri Bangsa, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat – Indonesia Berdiri di Jepang

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyerahkan Surat Keputusan Kepala Perwakilan RI tentang pendirian PKBM Nishio Darussalam kepada Teguh Wahyudi, inisiator PKBM Darussalam di Nishio-city Aichi-ken Nagoya Jepang Minggu (4/4). Foto KBRI Tokyo

 

Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi (kiri) menyerahkan SK tentang pendirian PKBM Nishio Darussalam kepada Teguh Wahyudi, inisiator PKBM Darussalam di Nishio-city Aichi-ken Nagoya Jepang Minggu (4/4). (Foto: Istimewa/ KBRI Tokyo)

 

Senin, 05 April 2021

 

Tunasnegeri.com – Sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia untuk pertama kalinya dibuka di Jepang. PKBM Indonesia ini dimotori oleh WNI yang berada di negeri matahari tersebut, dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi saat meresmikan PKBM Nishio Darussalam di Nishio-city Aichi-ken Nagoya Jepang pada Minggu (4/4) mengatakan, PKBM Indonesia ini merupakan upaya KBRI Tokyo dalam memberikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang di bidang pendidikan.

 

“Ini PKBM Indonesia yang pertama di Jepang yang diharapkan bisa mendukung misi KBRI Tokyo dalam memberikan perlindungan dan pengayoman di bidang pendidikan bagi WNI di Jepang” terang Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi usai peresmian PKBM Nishio Darussalam di Nishio-city Aichi-ken Nagoya Jepang.

 

Melalui PKBM ini, lanjut Heri, KBRI Tokyo akan menyelenggarakan kegiatan pelayanan pendidikan dasar dan menengah dan atau kursus-kursus kecakapan hidup lainnya yang relevan dan dibutuhkan masyarakat sekitar. Peserta PKBM akan memperoleh 3 (tiga) mata pelajaran utama, yaitu: agama dan budi pekerti; Pancasila dan kewarganegaraan; serta Bahasa Indonesia. Peserta PKBM juga dapat ikut serta dalam program Kejar Paket A, B, dan C. KBRI tengah mengupayakan agar ujian dapat dilakukan secara daring.

 

“Dengan ini, kami berharap putra dan putri WNI yang ada di Jepang tidak kehilangan jadi diri sebagai Bangsa Indonesia,” ujar mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP ini.

 

Heri berharap, PKBM Nishio Darussalam dapat menjadi memantik lahirnya PKBM lain di Jepang.

 

“KBRI Tokyo berkomitmen untuk memperkuat perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dasar dan menengah bagi putra dan putri WNI di Jepang,” urai alumnus ITB ini.

 

Pendirian PKBM ini didukung penuh oleh KBRI Tokyo melalui Surat Keputusan Dubes RI di Jepang. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat ini baru ada 6 (enam) negara yang memiliki PKBM, yaitu Arab Saudi, Brunei Darussalam, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

 

PKBM Nishio Darussalam ini, dimotori oleh pengusaha Indonesia, Teguh Wahyudi beserta sejumlah tokoh masyarakat Indonesia di wilayah Nishio, Aichi, Jepang.

 

Selain PKBM, pada 24 Februari 2021 KBRI Tokyo juga telah menandatangani Kerja Sama Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Program PJJ ini membuka akses pendidikan bagi pekerja migran Indonesia yang jumlahnya mencapai 36.000 dan sebagian besar masih berstatus pegawai magang (Kenshusei).

 

Dubes Heri Akhmadi dalam meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia di Aichi Nagoya ini didampingi oleh Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya Meinarti Fauzie dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Yusli Wardiatno.

 

Data KBRI Tokyo menyebutkan bahwa total WNI di Jepang per Juni 2020 tercatat sejumlah 66.084 jiwa. Tersebar pada 47 Prefektur di Jepang, dengan konsentrasi tertinggi di Prefektur Aichi sebanyak 6.991 orang, diikuti Tokyo (5.450), Ibaraki (4.226), Kanagawa (4.044), Osaka (3.739), Shizuoka (3.489) dan Saitama (3.433). (*)

 

Reporter: Muhammad Faizin

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like