PERTANIAN

Jatim Jadi Produsen Terbesar, Gubernur Khofifah: Bulog Harus Serap Minimal 2 Ribu Ton Beras Per Hari

Gubernur Jatim, Khofifah IP saat meninjau lahan pertanian beberapa waktu yang lalu/ Istimewa

Gubernur Jatim, Khofifah IP saat meninjau lahan pertanian beberapa waktu yang lalu/ Istimewa

 

Rabu, 31 Maret 2021

 

Tunasnegeri.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar Bulog bisa lebih maksimal menyerap beras hasil produksi petani di Jatim. Penyerapan beras yang lebih banyak, merupakan bentuk perlindungan pemerintah bagi para petani, agar produksi mereka langsung terserap. Hal ini juga untuk mencegah jatuhnya harga jual di tingkat petani.

“Pemprov juga mendorong agar beras petani di Jatim dapat maksimal terserap oleh Bulog. Bertahap dan terus meningkat hingga pertengahan April seiring masa puncak panen,” ujar Khofifah di laman resmi Instagram miliknya pada Selasa (31/03/2021).

Peningkatan penyerapan oleh Bulog itu diharapkan Khofifah bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga mereka bisa lebih merasakan manisnya panen raya.

“Saya telah meminta Bulog Jatim untuk bisa menyerap minimal 2.000 ton beras per hari. Tidak asal serap, namun dengan harga minimal sesuai HPP dan tidak boleh dibawah itu. Semoga langkah ini bisa memberi perlindungan dan kesejahteraan bagi petani,” lanjutnya.

Sejak tahun lalu, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi produsen beras terbesar di Indonesia. Capaian Jatim itu berhasil menggeser Jawa Tengah yang sebelumnya merajai produksi beras pada 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Maret 2021 merilis data produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG) yang mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

Provinsi Jawa Timur, dengan luas panen 1.754.380 ha menghasilkan padi 9.944.538 ton GKG atau setara 5.712.597 ton beras. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah, dengan luas panen 1.666.931 ha menghasilkan padi 9.489.165 ton GKG atau setara 5.428.721 ton beras. (*)

 

Reporter: Arip Ripaldi

 

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like