PARIWISATA

Jatuhkan Sanksi Baru, Para pemimpin G7 Sepakat Hapus Ketergantungan Energi dari Rusia

Para pemimpin G7 di Brussel. (foto: instagram resmi G7).

Tunasnegeri.com – Para pemimpin Group of Seven (G7) berkomitmen untuk menghapus ketergantungan pada energi dari Rusia, termasuk dengan melarang impor minyak Rusia.

Hal itu merupakan sebagai bagian dari paket sanksi terkoordinasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperkuat isolasi ekonomi Rusia atas invasi Moskow ke Ukraina.

G7 yang terdiri dari tujuh negara terkaya di dunia, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, telah meningkatkan kampanye melawan elit Rusia yang mendukung Presiden Vladimir Putin, yang dituduh mempermalukan tentang pengorbanan bersejarah Rusia melawan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

“Kami akan memastikan bahwa kami melakukannya secara tepat waktu dan teratur, dan dengan cara yang menyediakan waktu bagi dunia untuk mengamankan pasokan alternatif,” kata pernyataan bersama G7, dilansir dari Aljazeera pada senin, (9/5/2022).

“Kami akan melanjutkan dan meningkatkan kampanye kami melawan elit keuangan dan anggota keluarga, yang mendukung Presiden Putin dalam upaya perangnya dan menyia-nyiakan sumber daya rakyat Rusia,” dalam pernyataan bersama itu.

Dari istana kepresidenan Presiden Amerika Serikat mengatakan sanksi baru itu akan menghantam keras arteri utama ekonomi Putin dan menolak pendapatan yang dia butuhkan untuk mendanai perangnya.

Setelah bertemu secara virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, para pemimpin mengatakan mereka akan memutuskan layanan utama yang menjadi sandaran Rusia, memperkuat isolasi Rusia “di semua sektor ekonominya.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like