PERISTIWA

Jelang Nataru, Khofifah Pastikan Keselamatan Pemudik Melalui 191 Posko Kesehatan dan Penjemputan Kegawatdaruratan Melalui Public Safety Center (PSC 119)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Humas Pemprov Jatim).

Tunasnegeri.com – Kementerian Perhubungan memperkirakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2022 mencapai 44,17 juta orang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak mudik dan arus balik terdiri dari 2 sesi yaitu posisi puncak arus mudik pertama pada tanggal 23-24 Desember 2022 dan untuk puncak arus balik pertama pada tanggal 25-26 Desember 2022. Sedangkan puncak arus mudik kedua tanggal 30-31 Desember 2022 dan puncak arus balik kedua diperkirakan terjadi tanggal 1-2 Januari 2023.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Khofifah memastikan bahwa pemudik dapat melaksanakan mudik yang aman dan selamat dengan adanya dukungan kesehatan yang memadai. ‘’Kami memahami bahwa kali ini tentunya banyak masyarakat yang ingin menemui keluarga tercinta dalam keadaan sehat dan selamat, oleh karena itu kami menyiapkan Pos Kesehatan di jalur mudik, menyiagakan Puskesmas, Rumah Sakit dan sistem Komunikasi rujukan dengan Public Safety Center (PSC 119)’’ Ujar Khofifah.

Diketahui bahwa bedasarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sebagian besar dari para pemudik tersebut akan menggunakan kendaraan pribadi dan melewati Tol Trans Jawa maupun jalan provinsi. Selain itu, pemudik kemungkinan juga akan mendatangi daerah wisata. Oleh karena itu sangat penting adanya posko kesehatan di area tersebut. Saat ini, Gubernur Khofifah bersama dengan Polda Jatim telah menyiapkan 191 Pos Kesehatan yang bergabung dengan Pos Kepolisian dan di lokasi padat wisata serta rawan kecelakaan lalu lintas.

Kesehatan masyarakat khususnya terkait COVID-19 juga menjadi perhatian khusus Khofifah. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menyampaikan bahwa dalam Nataru kali ini, Pemprov Jatim telah jauh lebih siap untuk mencegah kenaikan kasus COVID-19. ‘’Saat ini, kami telah melakukan 24 jam pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit untuk mengantisipasi kasus gawat darurat, kasus kecelakaan dan kasus penyakit lain serta menyiagakan RS Rujukan Covid-19. Meskipun demikian, kami berharap kenaikan kasus tidak terjadi’’ Tambah Khofifah

Dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Khofifah juga memastikan warga Jatim dapat memanfaatkan pelayanan kegawatdaruratan melalui sistem komunikasi, rujukan dan penjemputan melalui Public Safety Center (PSC 119) yang saat ini telah aktif di 34 Kota dan Kabupaten di Jatim. Khofifah juga menghimbau untuk warga yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan di daerahnya masing-masing dapat menghubungi 119 untuk mendapatkan follow up bahkan penjemputan.

Sebagai upaya preventif, Pemerintah Provinsi Jatim juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini faktor risiko kecelakaan terhadap 150 pengemudi bis antar kota antar provinsi di terminal Bungurasih. Protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan akan terus digemborkan serta mengaktifkan peran promosi kesehatan melalui edukasi pentingnya perilaku hidup sehat bersih sehari hari selama libur Nataru.

Dengan berbagai upaya pencegahan dan penyiagaan, Khofifah yakin tahun ini Nataru 2022-2023 akan berjalan dengan aman dan lancar.

‘’Saat ini kami telah mengkoordinasikan bersama dengan Kepolisian, TNI, Pemprov Jatim, Kabupaten Kota maupun seluruh Rumah Sakit di Jatim. Bila hal ini juga diikuti dengan partisipasi masyarakat yang tertib dan telah divaksinasi COVID-19, Insya Allah Nataru kali ini dapat berjalan dengan aman, tidak ada kenaikan kasus COVID-19, semuanya sehat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.’’ Tutup Khofifah. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like