EKONOMI

Jerman Peringatkan Pandemi Covid-19 dan Perang Sebabkan Kelaparan Global

Ilustrasi gandum. (foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Menteri Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Svenja Schulze, ungkap bahwa dunia akan menghadapi krisis pangan akut akibat melonjaknya harga pangan.

Schulze memperingatkan tentang kelaparan yang mengancam yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II. Ia menyebut pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat di dunia.

Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina yang sedang berlangsung sejak dua bulan lalu juga sebagai penyebabnya.

“Situasinya sangat dramatis, lebih dari 300 juta orang sudah menderita kelaparan akut dan PBB harus terus-menerus merevisi data ini ke atas,” kata menteri Schulze, dilansir dari RT, pada Senin (9/5/2022).

Schulze juga meneragkan bahwa saat ini harga pangan di seluruh dunia telah tumbuh sepertiga dan telah mencapai tingkat rekor.

“Pesan pahitnya adalah bahwa kita menghadapi kelaparan terburuk sejak Perang Dunia II,” yang dapat menyebabkan jutaan mati,” tutur Schulze.

Lebih jauh, Schulze mengatakan Program Pangan Dunia telah memperingatkan bahwa 44 juta orang di seluruh dunia berbaris menuju kelaparan karena gandum Ukraina tidak dapat menjangkau.

Selain itu ia juga menyerukan agar pelabuhan Laut Hitam dibuka sehingga gandum ini dapat dikirim ke yang membutuhkan.

Menteri Schulze dengan cepat menyalahkan Moskow atas perkembangan tersebut dengan menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan perang melalui kelaparan.

Dia mengklaim bahwa Rusia telah mencuri biji-bijian dari Ukraina dan sekarang mengambil keuntungan dari negara-negara yang bergantung pada produk pertanian Rusia dan Ukraina dengan menawarkan makanan hanya kepada mereka, yang “benar-benar pro-Rusia.

Konflik yang sedang berlangsung di Ukraina telah memicu kekhawatiran akan kekurangan gandum global karena harga gandum melonjak ke level tertinggi beberapa tahun di bulan Maret.

Baik Rusia dan Ukraina adalah pemasok gandum utama, menyumbang sekitar 30% dari ekspor global. (*).

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like