NASIONAL PERISTIWA

Komisaris Pusri Temui Petani Perkebunan dan Pangan se Tapal Kuda Jatim

HM Arum Sabil saat bersama dengan Dr KH Amiruddin Nahrawi di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan ( P4S) Taruna Bhumi. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Komisaris Independen PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PT Pusri) Dr KH Amiruddin Nahrawi didampingi SVP Transformasi Bisnis PT Pusri Fakhrurrazi, melakukan kunjungan kerja di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan ( P4S) Taruna Bhumi, Padepokan Arum Sabil, Tanggul, Jember, Sabtu, (28/5/2022).

Kedatangan PT Pusri disambut langsung oleh Wakil Ketua Umum HKTI Arum Sabil dengan didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Hadi Sulistyo dan Kepala Inspektorat Provinsi Jatim Helmy Perdana Putera.

Dalam sambutannya, Arum Sabil menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertamakali dirinya dapat mengenal pimpinan pupuk terutama PT Pusri. Hal tersebut tidak lain karena semangat silaturahmi yang dibangun dan digagas Amiruddin Nahrawi atau Cak Amir yang juga tokoh untuk dapat mempertemukan semua pihak.

“Walaupun beliau (Cak Amir, Red) selaku kiyai tidak pernah bicara soal pupuk selama ini, namun memiliki semangat yang luar biasa,” papar Arum Sabil.

Arum mengatakan, hal ini adalah awal kekuatan, semangat, dan harapan bagi para petani. Karena, seringkali ketersediaan pupuk menjadi masalah saat ini. Bahkan bagi dirinya yang sempat tertipu pembelian pupuk palsu sebanyak 100 ton dengan kisaran harga nyaris Rp 500 juta yang ternyata setelah datang dan diaplikasikan berisi campuran dari tepung, garam, dan gamping.

Telah diketahui, Cak Amir yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama asal Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanian Jatim serta berdialog dengan para petani, pengecer dan distributor di Pasuruan. Dirinya juga telah bersilaturahmi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang dilakukan di hari sebelumnya.

Arum berpesan kepada rekan-rekan PT Pusri dan Pupuk Indonesia, untuk dapat meneladani semangat dari Cak Amir. Sebab, kehadiran Cak Amir guna menyapa secara langsung dan ingin menyerap aspirasi petani dinilai sangat baik.

“Saya tahu, beliau (Cak Amir, Red) sendiri belum banyak memahami pupuk tapi, beliau selaku Komisaris Independen PT Pusri hadir ditengah kita untuk ingin tahu apa yang sedang terjadi pada kondisi petani,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arum berharap PT Pusri dan Pupuk Indonesia kedepannya dapat membangun sinergi dan semangat kemitraan yang baik dengan petani. Karena, Arum khawatir ketika pupuk subsidi sudah ditarik, maka pupuk dibawah naungan BUMN dapat kalah bersaing. Oleh karena itu, silaturahmi dan kerjasama harus bisa dirawat dengan baik.

“Jangan sampai ketika petani membutuhkan, mereka keliru mendapat informasi dan bimbingan terkait pupuk yang baik, sehingga tertipu dengan adanya pupuk palsu,” ujarnya.

Senada, Cak Amir selaku Ketua Hubungan Lembaga PBNU yang membidangi lembaga dan banom sekaligus Ketua PWNU Sumatera Selatan tersebut menyampaikan bahwa nantinya dirinya akan mengumpulkan seluruh pihak terkait persoalan pupuk untuk menyerap aspirasi.

“Adanya pertemuan hari ini, tidak lepas dari sosok Gus Arum (sapaan akrab Cak Amir kepada Abah Arum, Red) yang menyatukan semuanya, antara pengusaha dan pemerintah untuk berkumpul. Hal ini penting agar dapat saling mengenal antar personal dan menjalin kerjasama yang baik,” papar Cak Amir.

Dalam sambutannya, Cak Amir memaparkan tiga hal penting selain menjalin hubungan dengan baik, yaitu dia mengingatkan tentang pemerintahan yang harus adil. Yaitu, terkait bagaimana agar bisa membagi pupuk secara adil, tidak menumpuk di titik tertentu, sehingga kabupaten/kota lain bisa kebagian.

Selain itu, kasih sayang orang yang memiliki kepada orang yang membutuhkan. Misalkan disaat petani membutuhkan pupuk, maka harus dijaga ketersediaan pupuk tersebut. Jangan sampai terjadi kasus keterlambatan pupuk yang mengakibatkan banyak tanaman mati dan misalkan bisa sampai panen maka hasil panennya menjadi murah karena kualitasnya rendah. Inilah pentingnya merubah mindset yang ada saat ini.

“Pemerintah harus bisa membimbing petani agar petani tidak rugi. Karena, segala input pertanian seperti halnya pupuk, apabila dapat dijaga ketersediaannya, maka manfaatnya meluas tidak hanya petani, namun juga hingga ke konsumen. Petani adalah pahlawan,” paparnya.

Tak lupa di akhir sambutan perkenalannya, Cak Amir berharap dari pertemuan tersebut kepedulian antara PT Pusri terhadap petani, khususnya di Jawa Timur terlebih di Kabupaten Jember dapat semakin bertambah.

Sementara itu Hadi Sulistyo Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim mengatakan bahwa kehadiran Cak Amir sebelumnya kepada Gubernur Jatim Khofifah tak lain guna melihat situasi peredaran pupuk yang ada di Jatim terutama di Jember. Hal ini dikarenakan produksi pupuk PT Pusri ini hanya memproduksi pupuk Urea dan berada di 14 Kabupaten di Jatim.

“Saat ini jumlahnya baru terserap 37 persen dari sejumlah 318.532 ton urea. Ini harus ada upaya dari pihak direksi agar dapat menggenjot penyerapan,” terangnya.

Menurutnya, ada dua hal kemungkinan petani mengapa petani tidak segera menyerap. Pertama, petani mungkin belum punya uang untuk menebus. Kedua, memang belum waktunya masa tanam. Hal tersebutlah yang menjadi penghambat penyerapan pupuk. Oleh karena itu kehadiran Cak Amir di Jatim sangat diapresiasi.

“Semoga ada kolaborasi silaturahmi yang baik antara perwakilan PT Pusri di Jatim dengan pemerintah Jatim,” pungkasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like