KOMUNITAS

Komunitas Perpustakaan Jalanan, Sediakan Buku kepada Masyarakat Tiap Malam Minggu

Pengunjung Alun-Alun Jember tengah memilih buku yang disediakan Komunitas Perjal. (Komunitas Perjal for Tunas Negeri)

JEMBER – Kesadaran pentingnya literasi bagi seluruh elemen masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, menjadi alasan berdirinya komunitas literasi Perpustakan Jalanan (Perjal) di Jember.

Komunitas ini telah berdiri sejak 10 Juni 2017. Penggagasnya adalah aliansi kerja kolektif antara sejumlah mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) dan Institut Agama Islam Negeri Jember (IAIN Jember).

Menurut salah satu anggota Komunitas Perjal, Samsul Maarif, dari awal berdirinya komunitas ini memang sudah menghindari adanya pentokohan.

Sehingga nama para pencetusnya tidak lagi menjadi penting.

”Dari awal berdirinya komunitas ini memang didirikan oleh kerja kolektif mahasiswa yang berdomisili di Jember. Rata-rata angkatan 2013 yang kuliah di UNEJ dan IAIN. Tidak ada penetapan struktural yang sistematis untuk menghindari adanya pemfiguran, namun koordinator pertamanya adalah mas Saddam Hussein, mahasiswa angkatan 2013 IAIN.”  ujar anggota yang akrab dipanggil Sam ini melalui telepon, Senin (8/3/2021).

Sam juga menambahkan, Komunitas Perjal ini digerakkan oleh sekumpulan mahasiswa yang sukarela menyumbangkan tenaga dan materi untuk menyediakan bahan bacaan kepada masyarakat saat menikmati suasana malam Minggu di Alun-Alun Jember.

Mereka selalu bersemangat setiap kali membuka lapak di malam Minggu mulai pukul 19.00 – 23.00. Semua dilakukan sesuai dengan tujuan awal berdirinya komunitas ini, yaitu membangun ghirah budaya literasi yang mulai jarang ditemui di Kota Jember

“Sasaran utama adalah kalangan pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Jember,” tambah Sam.

Namun, sejak pandemi Covid-19, komunitas ini perlahan mengurangi rutinitasnya.

”Mulai awal pandemi kami tidak lagi rutin melapak di setiap malam Minggu karena desakan aparat untuk bubar, bahkan meskipun para kru Perjal sudah mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menyediakan hand sanitizer, dan tetap menjaga jarak. Namun tak lama lagi kami akan segera kembali menjalankan rutinitas untuk intens melapak setiap malam Minggu,” tutupnya. (*)

Pewarta: Mochammad Samsi Ridwan

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like