PENDIDIKAN

Konsep Safety Budgeting Pramuka Jatim

Testimoni : Bambang Suyanto atau yang akrab disapa Kak Cemi, memberikan pengakuan tentang Arum Sabil, saat diwawancarai di kantor Kwarda Pramuka Jatim.

Tunasnegeri.com – Prinsip kehati-hatian pengelolaan anggaran Kwarda Pramuka Jatim, mulai diterapkan di era kepemimpinan H.M Arum Sabil. Bahkan untuk mempertegas pengabdiannya ke Pramuka, tokoh pertanian nasional itu pun, tak jarang harus merogoh kocek pribadinya, hanya untuk menghidupkan roda organisasi Pramuka di Jatim.

Pengakuan tersebut bukan keluar dari statement Arum Sabil. Melainkan disampaikan Sekretaris Kwarda Pramuka Jatim : Bambang Suyanto, S.Sos. M.Si.

“Kakak Arum berpersan kepada semua pengurus, supaya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran. Beliau menyampaikan, karena mayoritas anggaran pakai uang rakyat. Apalagi kata beliau, Pramuka mengedepankan perjuangan pendidikan karakter,” beber ASN yang juga berdinas di Dispora Jatim.

Pilihan prinsip penggunaan anggaran organisasi tersebut, membuat Kwarda Pramuka Jatim jadi tolak ukur Pramuka nasional. “Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) mengapresiasi sikap kami,” akunya bangga.

Beberapa tahapan pelaporan anggaran, menjadi protap yang wajib dijalankan Kwarda Pramuka Jatim. Tidak boleh ditawar lagi. Seperti kata Bambang, akuntabilitas menjadi pilar terpenting dalam menjaga integritas.

Bambang pun menjelaskan, tahapan protap akuntabilitas yang dimaksud, taat menyertakan dokumen penggunaan anggaran ke Pemeriksa Laporan Keuangan Independen. Selain itu, juga bersinergi baik dengan Satuan Pengawas Internal (SPI). “Data laporan keuangannya, atas petunjuk dan saran Kakak Ketua Arum Sabil, kami serahkan apa adanya dan setransparan mungkin,” katanya.

Bahkan, finishing pelaporan penggunaan anggaran, selalu dan tertib berkonsultasi dengan pihak Korps Adhyaksa. Sehingga kata Bambang, pelaporan tahunan di 2021, dipastikan klir dan klin tanpa masalah. “Beliau menyadarkan kami, di Pramuka ini kami volunteer yang penuh pengabdian,” imbuhnya.

Tak sekedar itu, sebagai leader di Gerakan Pramuka, Arum Sabil juga tak jarang harus merogeh kocek pribadinya, supaya roda organisasi tetap bisa berjalan. “Kakak Arum juga sering nomboki biaya organisasi pakai uang pribadinya,” begitu pengakuan pria yang akrab disapa Kak Cemi. (rully efendi)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like