KESEHATAN

Lebih Menular daripada Delta, Covid Lambda Sudah Menyebar di Hampir 30 Negara. Arum Sabli : Tetap Taati Prokes. Bangsa Kita Harus Gotong Royong di Masa Pandemi

Tunasnegeri.com – Virus corona varian Lambda yang pertama kali ditemukan di Peru sudah menyebar di hampir 30 negara dalam 4 pekan terakhir, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Inggris, Lambda sudah ditemukan dalam enam kasus, memicu kekhawatiran munculnya gelombang baru.
Lambda membuat para ilmuwan WHO geleng-geleng kepala karena kecepatan penyebarannya. Di Peru, kasus Lambda ditemukan pada 81 persen penderita sejak April.

Bukan hanya itu, Peru saat ini menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia akibat Covid, memunculkan kekhawatiran bahwa varian ini bukan hanya lebih menular, tapi juga mematikan.

Profesor Universitas Cayetano Peru Heredia Pablo Tsukayama mengatakan, ledakan strain Lambda dengan cepat mendominasi kasus infeksi.

“Itu menunjukkan tingkat penularannya yang lebih tinggi daripada varian lain,”

“Lambda memiliki pola unik dari tujuh mutasi dalam hal protein lonjakan yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia”.

Para peneliti sangat tertarik pada satu mutasi yang disebut L452Q, “mirip dengan mutasi L452R yang berkontribusi pada penularan tinggi dari varian Delta,” katanya, kepada Financial Times.

Laporan para ilmuwan Universitas Cile, Santiago, mengungkap ada mengkhawatirkan vaksin yang ada saat ini tidak cukup efektif menetralkan Lambda.

“Data kami menunjukkan untuk pertama kali, mutasi yang ada pada protein lonjakan varian Lambda meningkatkan infektivitas (vaksin),” kata para peneliti, dalam laporan yang diterbitkan pekan lalu.

H.M Arum Sabil, praktisi Agribisnis dan Pendidikan Indonesia (Foto: TunasNegeri)

Arum Sabil yang merupakan praktisi agribisnis dan pendidikan nasional mengharap masyarakat untuk terus mewaspadai varian-varian baru corona, “memang varian baru virus corona bermunculan, artinya kita diuji dengan adanya ini dan yang harus dilakukan adalah patuhi protokol kesehatan dan jangan sekali-kali kita merasa lemah menghadapi kondisi ini supaya imun kita bisa terjaga, bangsa kita harus gotong royong mensupport satu sama lain”.

Laporan para ilmuwan Universitas Cile, Santiago, mengungkap ada mengkhawatirkan vaksin yang ada saat ini tidak cukup efektif menetralkan Lambda.
“Data kami menunjukkan untuk pertama kali, mutasi yang ada pada protein lonjakan varian Lambda meningkatkan infektivitas (vaksin),” kata para peneliti, dalam laporan yang diterbitkan pekan lalu.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like