EKONOMI

Literasi Keuangan Jatim di Atas Nasional, Khofifah Bangun UMKM Digital, Arum Sabil : Anggota Pramuka Jawa Timur Harus Mendukung UMKM Digital

Gubernur Khofifah saat berikan sambutan pada acara HUT Jatim ke-76 di Gedung Negara Grahadi Surabaya (Istimewa/pemprov-jatim)

Tunasnegeri.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, menurut survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi inklusi keuangan Jawa Timur meningkat. Poin literasi keuangan Jatim bahkan terhitung di atas rata-rata nasional.

”Hari ini bagian dari bulan inklusi keuangan. Pada 2019, survei OJK 87,96 atau hampir 88 persen. Saya koordinasi lagi dengan OJK, kapan survei lagi. Ternyata terakhir 2019. Jadi kalau ditambah sama rekening pelajar dan UMKM, kita 92 persen,” tutur Khofifah usai acara perayaan HUT Jatim ke-76 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/10).

Khofifah mengatakan, target nasional hanya di angka 90 persen. ”Kita akhir 2021, insya Allah lebih dari target nasional. Ini stimulan positif karena UMKM sudah transforamsi digitalisasi sistem. Kita makin cashless. QR code sudah diperkenalkan. Di Tuban, pembayaran becak juga sudah pakai QR code,” beber Khofifah.

Untuk pengembangan ekonomi, Khofifah belajar dari Jack Ma untuk terus menginovasikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ”Menurut Jack Ma, pada 2030, UMKM dunia akan bergerak secara online. Kami akan terus melakukan transformasi digital. Kami berharap UMKM terus maju,” ucap Khofifah.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menambahkan anggota pramuka Jawa Timur harus berperan membangun literasi keuangan digital dalam rangka mendukung percepatan transaksi dan digitalisasi UMKM di Jatim, anggota kita banyak dan harus bahu membahu mempromosikan produk lokal dan bangga buatan Indonesia.

Kak Arum Sabil Ketua Kwarda Pramuka Jatim (Foto: Tunasnegeri.com)

SDM Pramuka Jatim harus bermanfaat bagi masyarakat di berbagai bidang, kita salah satu komponen yang harus mengkampanyekan literasi keuangan agar masyarakat juga teredukasi dalam hal ini.

Pada usia ke-76 Provinsi Jatim, Khofifah tidak hanya fokus mengembangkan ekonomi. Dia berjanji terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Upaya utamanya dengan mendorong testing dan tracing dari level terbawah.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like