PERTANIAN

Madiun Jadikan Porang Komoditas Unggulan, Gubernur Khofifah: Sentra Produksi Porang Terbesar Nasional

Gubernur Khofifah saat lakukan kegiatan panen porang di Desa Langon, Saradan, Madiun

Tunasnegeri.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kegiatan panen porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (17/6/2021).

Terlihat dalam unggahan media sosial Facebook miliknya, ia optimistis Madiun menjadi sentra produksi Porang terbesar nasional.

“Dalam beberapa tahun kedepan, saya yakin Madiun tidak hanya dikenal sebagai kotanya Para Pendekar, tetapi juga menjadi sentra produksi porang terbesar nasional,” tulis Gubernur Khofifah.

Ia mengatakan, luasan lahan budidaya Porang terus meningkat sejak tahun 2018.

“Saat ini saja, sejak dikembangkan 2018 silam, luasan lahan budidaya porang mencapai hampir 6.000 hektar dari sebelumnya yang cuma 500 hektar,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengatakan porang adalah salah satu komoditas yang bisa membawa kesejahteraan.

“Alasannya, karena porang terbukti membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” Imbuhnya.

Dari sisi kualitas, lanjutnya, umbi porang asal Madiun pun terkenal jempolan dan menjadi komoditas ekspor unggulan.

“Jadi kalau kamu berminat jadi petani porang tapi masih awam, datang saja belajar ke Kabupaten Madiun,” pungkasnya.

H.M Arum Sabil, praktisi pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan (Foto Tunas Negeri)

Sementara itu, HM Arum Sabil seorang praktisi Agribisnis dan Pendidikan Indonesia mengatakan tidak hanya memiliki nilai jual tinggi untuk pasar ekspor, tanaman yang termasuk jenis iles-iles ini juga memberi segudang manfaat bagi kesehatan.

“Umbi porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan bisa dengan mudah diolah menjadi bahan pangan dan industri kosmetik,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tunasnegeri.com

Tanaman Porang ini tidak banyak diketahui orang manfaatnya, ujar Aruum, “tapi sebenarnya merupakan komoditas unggulan Jawa Timur karena hampir seratus persen diekspor,” akhirnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like