PENDIDIKAN

Mahasiswa di Unej Diwakili Robot Saat Hadiri Yudisium

JEMBER – Peran robot menggantikan peran manusia tampak semakin nyata. Salah satu contohnya yakni peran robot yang menggantikan kehadiran mahasiswa dalam Yudisium di Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Kamis (18/2).

Ada dua robot yang menggantikan mahasiswa dalam acara tersebut. Kehadiran mereka (kedua robot) “mewakili” 89 mahasiswa.

Kedua robot itu dirancang layaknya peserta Yudisium laki-laki dan perempuan dengan mengenakan jas almamater Universitas Jember.

Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Triwahju Hardianto, ST., MT. dalam sambutannya mengatakan, penggunaan robot peraga dalam proses Yudisium ini sebagai salah satu upaya mencegah penularan Covid-19 antarpeserta Yudisium.

Mahasiswa yang “diwakili” robot mengikuti Yudisium Fakultas Teknik Universitas Jember, Kamis (18/2). (Foto: Humas Unej Jember for Tunas Negeri)

“Alhamdulillah Yudisium kali ini kita didukung oleh tim robotika Fakultas Teknik. Sehingga bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi,” ujar pria yang akrab dipanggil Wahyu ini saat memberikan sambutan.

Menurut Wahyu, pemanfaatan teknologi dapat membantu upaya pencegahan penularan Covid-19.

Oleh karena itu Fakultas Teknik terus mengembangkan penelitian untuk menciptakan robot-robot yang dapat membantu pekerjaan di tengah pandemi ini.

“Sebetulnya kami ada tiga robot yang dikembangkan. Salah satunya adalah robot untuk pengganti peserta Yudisium ini. Bisa jadi robot ini juga dipakai dalam prosesi wisuda di Universitas Jember,” imbuhnya.

Sementara itu Khairul Anam pembina tim robotika Fakultas Teknik Universitas Jember membernarkan yang disampaikan oleh Wahyu.

Menurut Anam, saat ini timnya tengah menyempurnakan robot asisten perawat dan robot untuk mebantu proses sterilisasi ruangan dengan sinar UV.

“Ke depan jika pandemi ini sudah selesai maka robot-robot tersebut akan terus dikembangkan untuk membantu proses pendidikan pada tingkat menengah kebawah. Jadi bisa difungsikan sebagai asisten guru atau lainnya untuk kepentingan pendidikan,” ujar Anam. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like