GAYA HIDUP PERTANIAN

Memiliki Banyak Keunggulan, Ubi Jalar Banyak di Ekspor

Salah satu jenis Ubi Jalar Ungu Jepang

Tunasnegeri.com – Ubi jalar merupakan umbi-umbian yang mudah ditemui di pasar dengan harga yang lumayan terjangkau. Makanan ini biasa di konsumsi oleh masyarakat di Indonesia.

Pada era modern seperti sekarang ini, ubi jalar banyak diolah menjadi sumber makanan pokok dengan cara direbus atau berupa camilan, kue bolu, hingga puding.

Untuk camilan, ubi bisa dikukus, digoreng, atau dibuat aneka penganan karena rasanya sangat lezat, selain itu, ubi jalar juga bisa di buat menjadi tepung

Ubi jalar berasal dari Amerika Tropis. Pada abad 4 dan 5, orang-orang Indian bermigrasi dari Amerika Tropis ke Kepulauan Pasifik menggunakan rakit kayu balsa. Mereka bawa bekal ubi jalar. Ketika disimpan lama, umbi itu akan tumbuh.

Untuk diketahui, inilah 10 negara penghasil ubi jalar terbesar dunia (FAO 2019, juta ton) China 51,9, Malawi 5,9, Nigeria 4,1, Tanzania 3,9, Uganda 1,9, Indonesia 1,8, Ethiopia 1,7, Angola 1,6, AS 1,45, Vietnam 1.40.

Sedangkan Indonesia di peringkat 6 penghasil ubi jalar dunia, dengan produksi hanya 1,8 juta ton.

Jelas Indonesia berada di bawah Uganda, Tanzania, Nigeria, dan Malawi. Padahal luas daratan kita 1,9 juta kilometer persegi, Malawi hanya 18.484. Populasi kita 270 juta jiwa, Malawi hanya 19,1.

Pada akhir dekade 1990, ada budidaya ubi jalar (sweet potato, Ipomoea batatas), varietas Jepang di Indonesia. Hasil panen ubi jalar itu akan dibeli oleh sebuah perusahaan, diproses jadi chips dan diekspor ke Jepang.

Meski Jepang tidak masuk 10 besar penghasil ubi jalar dunia, tetapi di negeri inilah umbi-umbian demikian dihormati dan dijadikan makanan bergengsi.

HM Arum Sabil saat berada di Ladangnya

“Petani ubi jalar ungu jepang masih sangat terbatas dibanding petani ubi jalar varietas lain. Produsen tepungnya lebih terbatas lagi, sebab sebagian besar ubi jalar ungu jepang dipasarkan dalam bentuk umbi segar. Ini jadi salah satu indikator, bahwa peluang budidaya dan industri tepung ubi jalar masih cukup besar,” tutur HM Arum Sabil, praktisi pertanian saat dikonfirmasi TunasNegeri.com.

Pandemi tahun 2020 juga menjadi berkah bagi para petani dan pelaku industri tepung ubi jalar di Sumatera Utara.

Januari sampai Juni 2020, ekspor tepung ubi jalar dari Sumut ke Jepang sudah mencapai 442 ton dengan nilai Rp2,2 miliar.

Padahal, selama tahun 2019, total ekspor tepung ubi jalar dari Sumut hanya 486 ton dengan nilai Rp2,1 miliar.

Pada Maret 2021, 24 ton ubi jalar segar dari Malang juga diekspor perdana ke China. Padahal China jawara ubi jalar dengan produksi 51,9 juta ton. Tetapi budidaya ubi jalar di China memang bukan hanya untuk konsumsi manusia.

“Keunggulan dari Ubi Jepang adalah rasa lebih manis dan pulen tanpa serat. Mengandung karbohidrat tinggi dan sangat bagus buat makanan diet,” pungkas pria yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur ini. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like