KOMUNITAS

Mengenal Komunitas Pecinta Iguana di Jember

Salah satu anggota Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember tengah memperkenalkan iguana kepada anak-anak di salah satu kegiatannya. (Foto: KPI for Tunas Negeri)

JEMBER – Sebagian orang menganggap reptil, seperti iguana merupakan hewan yang menakutkan. Namun berbeda dengan para pecinta iguana yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember.

Komunitas ini sudah eksis selama sekitar lima tahun.

Didirikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, komunitas pecinta iguana ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat hewan melata ini kepada masyarakat.

Agar masyarakat tidak lagi menganggap iguana sebagai reptil menakutkan.

“Seperti yang kita ketahui iguana yang lebih di kenal sebagai hewan hama tanaman bukanlah hewan endemik Indonesia, iguana berasal dari kawasan Amerika bagian selatan,” tutur George D. Veo, Public Relation KPI Jember membuka perbincangan saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).

Namun, lanjutnya, karena Indonesia memiliki iklim tropis seperti tempat asalnya, iguana juga dapat hidup dan beradaptasi dengan baik di Indonesia.

Bahkan saat ini, iguana dapat menjadi reptil peliharaan yang populer.

George menerangkan, pada umumnya tubuh iguana memiliki sejumlah warna dasar. Seperti hijau, merah, dan biru.

“Tapi ini hanya patokan saja. Ada jenis iguana lokal dari beberapa negara. Ada yang paling standard El Salvador, ada Columbia, dan Peru,” terangnya.

Kendati demikian, dia mengungkapkan jika ingin memperoleh iguana dengan warna yang lebih bervariasi, dapat dilakukan dengan perkawinan silang.

“Bisa menyilangkan dari jenis campuran hijau-merah, merah-biru hingga menghasilkan jenis albino. Dan tentunya masih banyak lagi. Umumnya kami punya yang merah, hijau untuk jenis El Salvador, Columbia serta campuran. Jenis biru juga cukup banyak peminatnya,” bebernya.

Disinggung soal perawatan, menurutnya merawat iguana cukup mudah, khususnya soal jenis makanannya.

“Karena makanan iguana adalah sayur dan buah. Sayuran sehari sekali, buah seminggu sekali,” terang dia.

George juga mengatakan, di KPI anggota bahkan masyarakat umum dapat berbagi informasi pemeliharaan serta penangan iguana. Juga untuk tempat jual beli hewan tersebut.

“Kami juga mempunyai berbagai macam agenda kegiatan yang menarik seperti gathering, sosialisasi, dan kontes iguana. Tapi, karena pandemi ini kegiatan tersebut harus ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, dia menuturkan KPI Jember memanfaatkan teknologi digital agar tetap bisa terhubung dan berkomunikasi antaranggota.

Dia juga menambahkan, meski bernama komunitas pecinta iguana, anggotanya dibebaskan untuk memelihara reptil lainnya. Seperti ular, dan lainnya.

“Kami tidak membatasi anggota kami untuk memelihara reptil tertentu. Yang terpenting solidaritas sesama anggota dan guyup rukunnya,” imbuhnya.

Pewarta: Refsa Ina Irianti

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like