TIPS

Nasi Merah atau Nasi Shirataki yang Baiknya dikonsumsi Setiap Hari? Ini Menurut HM Arum Sabil

Ilustrasi nasi merah dan shirataki. (Foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Nasi telah menjadi makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat di Indonesia. Kebiasaan memakan nasi sudah melekat di Indonesia sejak lama. Indonesia sebagai negara agraris, sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Produksi beras dan padi yang melimpah di Indonesia, menjadi sebab nasi putih sangat mudah dicari sebagai makanan pokok guna memenuhi kebutuhan kabrohidrat harian.

Tidak hanya nasi putih, sebenarnya ada beragam jenis nasi lain yang juga bisa dikonsumsi, yaitu nasi merah dan nasi shirataki.

Nasi merah dan nasi shirataki seringkali dipilih dengan alasan lebih sehat dan baik khususnya untuk diet atau menjaga berat badan. Sebab, keduanya memiliki kandungan kalori yang lebih rendah ketimbang nasi putih.

Namun, manakah yang sebenarnya lebih baik untuk dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?

Setelah menggali informasi dan berbincang dengan ahli, HM Arum Sabil, seorang praktisi Agribisnis, Perkebunan, dan Peternakan memaparkan bahwa untuk membandingkan keduanya, maka perlu memperhatikan kandungan gizi yang ada didalamnya.

Nasi merah memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Selain itu, pengolahan beras merah tidak melalui proses penggilingan sehingga magnesium dan serat kulit arinya masih ada. Warna merah pada beras merah juga mengandung antosianin yang menyebabkan beras jenis ini memiliki warna merah.

“Antosianin merupakan kelompok senyawa fenolik. Ini yang memberikan warna merah dan ungu seperti pada kol, bawang merah, dan lainnya. Antosianin pada nasi merah ini berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat menangkal radikal bebas,” tutur pria yang akrab di sapa Abah Arum kepada Tunasnegeri.com pada Kamis, (26/5/2022).

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dibaca oleh Abah Arum, nasi merah banyak mengandung vitamin dan mineral tinggi. Yaitu, seperti vitamin B1, kalsium, protein, lemak, dan sebagainya

Sedangkan untuk nasi shirataki, Abah Arum menjelaskan jika dibandingkan dengan nasi merah, kandungan kalori yang dimiliki nasi shirataki lebih rendah.

“Nasi shirataki memiliki jumlah kalori dan karbohidrat yang sangat rendah. Hanya berkisar 20 kalori saja per porsinya,” ujarnya.

Meski tergolong sangat rendah kalori, lanjut Abah Arum, nasi shirataki memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga tetap terasa mengenyangkan ketika memakannya.

Arum juga menjelaskan bahwa nasi shirataki yang terbuat dari konjak/konnyaku memiliki kandungan zat glukomanan. Zat tersebut dikenal bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Karena, glukomanan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dan gula darah tinggi.

Berdasarkan perbandingan keduanya tersebut, meski nasi shirataki memiliki kandungan kalori lebih rendah, namun nasi merah lebih kaya akan nutrisi dan vitamin. Sehingga, menurut pandangan Abah Arum, nasi merah lebih baik jika untuk dikonsumsi setiap harinya, terlebih untuk jangka panjang.

“Namun, bukan berarti nasi shirataki tidak baik. Jika melihat kandungan nutrisinya, apabila seseorang ingin mengonsumsi nasi shirataki, maka harus diimbangi dengan asupan nutrisi lainnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh harian,” terang Abah Arum.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like