SOSIAL

Pelaku Seni dan Budaya dapat Bantuan Covid-19

tunasnegeri.com
Jumat, 17 Juli 2020 | 16:18 WIB
Sosial

Jember Kota – Bupati Jember Faida menyatakan akan membantu para pelaku seni dan budaya yang tedampak situasi Covid-19. Mereka juga diupayakan tetap bisa berkreasi di masa pandemi.

Hal ini disampaikan Faida saat audiensi dengan pelaku seni, pekerja seni, dan pekerja hiburan di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Jum’at, 17 Juli 2020.

Untuk itu, Faida mengaku butuh masukan data nama pelaku seni dan budaya untuk menjadi basis sasaran bantun tersebut.

Semua pelaku seni dan budaya mendapat tugas mendata koleganya yang sama-sama terdampak Covid-19. “Data yang sudah masuk, akan segera dieksekusi bantuannya,” tegas Faida.

Faida menjelaskan, terdapat tiga bentuk bantuan pemerintah. Pertama, penanganan kesehatan. Kedua, jaring pengaman sosial, yang dibagi menjadi dua kelompok : kelompok miskin dan terdampak Covid-19. Ketiga, pemulihan ekonomi.

Dalam audiensi itu juga membahas formula yang meggunakan sarana media sosial, radio, televise, dan taman publik untuk para pelaku seni dan budaya mengekspresikan kemampuannya sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat terkait pandemi Covid-19.

Faida meminta dalam waktu dua hari pelaku seni dan budaya untuk menyusun agenda kegiatan yang diajukan kepada gugus tugas. “Setidaknya, untuk jadwal dua minggu pertama, agar masyarakat mendapat suguhan tayangan-tayangan yang positif, edukatif, termasuk seni budaya,” ujarnya.

Di sisi lain, gugus tugas harus memastikan kegiatan yang direncanakan itu tidak menyebabkan penularan, terselenggara di daerah yang aman, dan tidak mengumpulkan banyak massa.

Apabila sudah ada agenda kegiatan dan dapat diselenggarakan, maka pelaku seni dan budaya akan di- rapid test gratis. Mereka juga mendapat perlengkapan alat pelindung diri (APD).

Audiensi itu diikuti sedikitnya 25 pelaku seni dan budaya yang mewakili beberapa komunitas seni dan budaya di Bumi Pendhalungan.

Ketua Dewan Kesenian Jember (DKJ), Eko Suwargono, menyampaikan, pihaknya mendapat tugas dari bupati agar berkoordinasi dengan seniman dan budayawan untuk tetap bisa berkreasi, beraktivitas, dan berekspresi dengan protokol kesehatan.

“Hari ini juga, kita menyusun program-program yang nantinya logistiknya akan didukung oleh Pemda,” ujar pria yang juga dosen di Fakultas Ilmu Budaya Uniersitas Jember ini. Secepat mungkin konsep kegiatan akan disusun dan segera dilaporkan kepada bupati.

Eko menyampaikan, klasifikasi kesenian modern diantaranya seperti musik kontemporer dan lain sebagainya. Sedangkan, seni tradisi seperti jaranan, reog, hadrah, ludruk.

“Seni itu menjadi suatu pencarian, semoga tetap bisa bertahan dan bisa memberikan sedikit pendapatan meskipun perlu bantuan,” ujarnya. (Red)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like