PERISTIWA PERTANIAN

Peluang Ekspor Ubi Jalar Ke Eropa Melalui Program Kemitraan Dengan Petani

HM Arum Sabil bersama 13 kepala dinas dan Inspektorat Provinsi Jawa Timur saat tanam perdana sweet potato atau ubi jalar. (Foto: Istimewa).

Tunasnegeri.com – PT Mitratani Dua Tujuh menyelenggarakan kegiatan tanam perdana sweet potato atau ubi jalar bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada hari Sabtu (25/06) bertempat di padepokan HM Arum Sabil.

Kegiatan yang juga diikuti oleh 13 kepala dinas dan Inspektorat Provinsi Jawa Timur ini merupakan program kemitraan ubi jalar pertama di Kabupaten Jember bersama petani dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi, Tanggul yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor terutama Jepang.

Dalam sambutannya, HM Arum Sabil selaku ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya( P4S) Taruna Bhumi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi kebersamaan sesuai arahan Gubernur Jawa Timur untuk menggalakkan potensi pertanian di provinsi Jawa Timur.

“Ubi jalar selama ini dipandang sebelah mata karena dinilai tidak memiliki nilai ekonomi, makanan rendahan dan terpinggirkan. Padahal di luar sana, ubi jalar menjadi makanan pilihan bagi bangsa-bangsa yang begitu sangat selektif terhadap sumber makanan masyarakatnya, salah satunya adalah negara Jepang. Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia harus memulai untuk mengkampanyekan ubi jalar. Sekaligus akan dibuka peluang ekspor ke eropa ubi jalar ini melalui Rumania,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Direktur PT Mitratani Dua Tujuh Bapak Arif Suhariadi menyampaikan bahwa melalui program kemitraan ini perusahaan siap hadir menjadi pihak off taker bagi petani untuk menampung hasil panen ubi jalar sekaligus memberikan kepastian harga dan pasar.

“Semoga melalui program kemitraan ini dapat menjadi cikal bakal kemajuan pertanian Kabupaten Jember,” Imbuhnya.

Setelah serangkaian sambutan acara di padepokan, kegiatan kemudian berlanjut dengan acara tanam perdana secara simbolis di lahan padepokan yang rencananya akan tanam seluas 30 ha.

Adapun varietas ubi jalar yang akan ditanam adalah varietas Benindo (Beniazuma Indonesia) yang disukai oleh masyarakat Jepang.

Kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si mengapresiasi program kemitraan ubi jalar ini karena dapat membantu petani khususnya di bidang hilirisasi usaha. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like