KESEHATAN

Pemberian Vaksin Covid-19 Bagi Lansia Dengan Syarat Ketat, Tapi Sementara Ini Dihentikan

caption: Plt. Kepala Dinkes Jember Wiwik Supartiwi saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jember (Istimewa )

caption: Plt. Kepala Dinkes Jember Wiwik Supartiwi saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jember (Istimewa )

 

Tunasnegeri.com – Pemberian vaksin Covid-19 bagi masyarakat Jember lanjut usia (lansia) harus dengan syarat ketat, dan tercatat ada 400 lansia yang sudah divaksin. Pasalnya pemberian vaksin itu, hanya diperuntukkan bagi lansia yang masih melakukan aktifitas di luar rumah.

Selain dengan pertimbangan tersebut, juga ditekankan untuk syarat penerima vaksin adalah lansia yang dipastikan dalam kondisi sehat.

Namun demikian, kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Wiwik Supartiwi, untuk pemberian vaksin Covid-19 itu. Pada tahap pertama sudah dilakukan se Kabupaten Jember.

Sedangkan untuk pemberian vaksin tahap kedua,  dihentikan sementara. Karena mempertimbangkan ketersediaan stok vaksin.

Juga pertimbangan syarat lainnya, terkait siapa yang layak mendapat vaksin tersebut.”Untuk pemberian vaksin Covid-19 tahap pertama, sudah diberikan pada 400 lansia se Kabupaten Jember. Tapi itu tahap pertama. Untuk tahap kedua kami stop dulu. Karena ada kebijakan lain, karena tahap kedua akan didata dan dilakukan koordinasi terlebih dahulu,” kata Wiwik saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di DPRD Jember beberapa waktu lalu.

Wiwik menjelaskan, yang dimaksud penghentian sementara itu. Karena mempertimbangkan ketersediaan stok vaksin itu. Karena pada pemberian vaksin pertama, katanya, menunggu pembaharuan data jika ada perbedaan jumlah penerima.

“Sehingga masih kami data dulu, dan memastikan kembali jumlah data penerimanya. Selain itu, penghentian sementara (pemberian vaksin tahap dua) itu dilakukan, sambil menunggu stok lagi dari pusat,” katanya.

Namun demikian, Wiwik mengatakan, untuk pemberian vaksin bagi lansia berikutnya. Atau vaksinasi tahap kedua, dengan pertimbangan syarat yang harus diterapkan secara ketat.

“Kriteria untuk bisa melakukan vaksinasi terhadap lansia, (umurnya) 60 tahun ke atas. Dalam prioritas adalah yang masih mobilitasnya tinggi. Yang mempunyai resiko (masih berinteraksi dengan dunia luar), dan untuk dapat mendapatkan kekebalan tubuh, sehingga mereka bisa mendapatkan vaksinasi lansia (tahap kedua),” sambungnya.

Untuk lansia yang pasif dan tidak banyak kontak dengan masyarakat umum, kata Wiwik. Akan ditunda sementara, dan nantinya akan masuk ke prioritas pemberian vaksinasi Covid-19 lansia berikutnya.

“Karena mereka tidak banyak kontak dengan orang lain, maka pemberian vaksinasi akan dikelompokkan ke tahap selanjutnya,” katanya.

Wiwik juga menambahkan, terkait proses skrining bagi lansia yang akan menerima vaksinasi Covid-19 menjadi hal yang cukup penting.

“Ini harus diperhatikan juga dalam penggunaan vaksinasi, terutama proses skrining menjadi sangat penting sebelum memutuskan pemberian vaksin terhadap lansia (tahap dua berikutnya),” ujar Wiwik.

Wiwik juga menambahkan, vaksinasi Covid-19 tersebut nantinya akan di pertimbangkan juga terkait tempat pelayanannya.

Untuk lansia, katanya, perlu adanya tempat khusus. “Kalau cara pemberian dosisnya tetap sama. Cuma berbedanya, kita harus memperhatikan  kondisi fisik dari lansia itu sendiri. Dan harus diperhatikan juga dengan pemilihan tempat yang cukup luas dan besar bagi lansia,” ulasnya.

Pertimbangan lokasi vaksinasi yang luas dan besar, kata Wiwik, untuk meminimalisir resiko terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemberian vaksin.

“Maksudnya, jika ada yang menunjukkan efek samping atau resiko lainnya, setelah atau sebelum pemberian Vaksin. Dapat meminimalisir dan resiko penanganan. Kemudian tim dapat melakukan evakuasi saat itu juga,” pungkasnya.

 

Reporter: Muhammad Faizin

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like