AGAMA NASIONAL

Perkuat Pemahaman Moderasi Beragama, Kemenag Jember Gandeng Akademisi

Tunasnegeri.com – Workshop penguatan kapasitas penggerak moderasi beragama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember diselenggarakan bersama dengan Rumah Moderasi Beragama (RMB) di gedung kuliah terpadu (GKT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember pada Kamis, 20 Mei 2021.

Acara yang dihadiri oleh 7 Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, dengan daring dan luring ini dihadiri oleh 60 peserta, meliputi 50 Penyuluh Agama Islam dari eks-keresidenan Besuki, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Hadir juga Kepala Kantor Muhammad S.Sos,.M.Pd.I yang di Dampingi Ka.Sub.Bag.TU dan Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kab. Jember.

Selain itu, acara yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember ini berlangsung dengan suasana dialektis karena H. Lukman Hakim Saifuddin Manteri Agama Agama RI periode 2014-2019 yang menjadi pemateri moderasi beragama membuka ruang diskusi di akhir segmen dengan tidak terbatas, sehingga disambut antusias perserta yang hadir secara luring.

Lukman Hakim memberikan pengarahan kepada para peserta yang hadir agar di dalam memahami agama jangan dipersempit pada institusi agama “kita sebagai insan beragama jangan hanya memahami agama dari sisi formal institusional saja, tapi juga harus juga pahamilah agama dari sisi esensial substansial” katanya.

Lanjut Lukman, kalau kita hanya memahami agama hanya dari sisi formal institusional saja maka perilaku kegamaan kita akan cenderung membeda-bedakan “saya Ahlusunnah, versi NU, Muhamdiyah, NU garis garis lurus, moderta dan semacamnya, begitu nanti kalau kita hanya memahami agama dari satu sisi, kalau kita pahami agama dari sisi esensial substansial maka kita akan melihat adanya poros tengah dan kesamaan visi dalam menjalani hidup bergama yakni nilai-nilai kemanusiaan” akunya.

Pemahaman agama yang baik dan benar tentunya akan menjadikan keutuhan NKRI akan tetap terjaga dari rong-rongan kelompok yang berupaya menggulingkan keutuhan NKRI, harapan besar Lukman Hakim adalah adanya kegiatan ini dapat menjadikan pemahaman beragama bagi masyarakat Indonesia yang agamis dapat terjaga “kegiatan ini saya harap dapat memberikan pemahaman agama masyarakat yang moderat sehingga mereka dapat memberikan pemahaman agama yang tidak berlebihan, sebab pemahaman agama yang ektrim akan melahirkan pengmalan agama yang membahayakan pada keutuhan negara kesatuan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkasnya(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like