PEMERINTAHAN TEKNOLOGI TRANSPORTASI

Perkuat Sistem Pertahanan, Indonesia Boyong Dua Kapal Fregat Arrowhead 140

(DSEI) 2021 di London, di atas kapal HMS Argyll, CEO David Lockwood Babcock dan Kaharuddin Djenod, CEO PAL. Dan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Inggris, Rt Hon Ben Wallace MP. (Foto: Instagram resmi @ptpal_indonesia)

Tunasnegeri.com – Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat sistem pertahanan untuk mencegah serangan dari dengan menambah jumlah kapal.

Kali ini, pemerintah Indonesia melakukan kontak kerjasama dengan Babcock, perusahaan dirgantara, pertahanan dan keamanan untuk memboyong fregat Arrowhead 140 (AH140) melalui perjanjian lisensi desain dengan PT PAL Indonesia (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang membangun dan memelihara kapal untuk penggunaan militer dan komersial dari fasilitasnya di Surabaya, Indonesia.

Kesepakatan terobosan datang dua tahun sejak desain AH140 Babcock pertama kali diumumkan sebagai penawar pilihan untuk program fregat Tipe 31 Inggris di DSEI 2019, dengan kontrak dikonfirmasi pada November tahun yang sama.

Lisensi desain akan memungkinkan PAL untuk membangun dua fregat Arrowhead 140 di Indonesia dengan modifikasi desain khusus untuk Angkatan Laut Indonesia.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada acara Defense and Security Equipment International (DSEI) 2021 di London, di atas kapal HMS Argyll, oleh CEO David Lockwood Babcock dan Kaharuddin Djenod, CEO PAL. Dan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Inggris, Rt Hon Ben Wallace MP.

Dikutip dari laman Instagram resmi @ptpal_indonesia, PAL Pilih Desain Babcock untuk Proyek Kapal Fregate Kemhan. Kapal ini akan mengusung Main Engine dengan spesifikasi 4 x 9100 kW. Pasokan tenaga tersebut mampu memacu kapal dengan maximum speed sampai dengan 28 knot dengan kondisi MCR (full boad)., Endurance pada 18 knot sebesar 9.000 NM.

Kapal Frigate nantinya juga akan dilengkapi dengan Diesel Generator 4×1360 kW dan emergency D/G 1X180 kW. Untuk kemudahan manuver, kapal ini dilengkapi dengan  Bow Thruster sebesar 925 kW.

Renacananya, pembangunan Kapal Frigate akan dikerjakan dalam kurun waktu 69 bulan. Kapal frigate juga akan dilengkapi dengan rudal sebagai bentuk sistem pertahanan udara, spesifikasinya yakni peluncur rudal vertikal jarak sedang (Vertical launcher missile surface to air medium range) 3×8 cells, peluncur rudal vertikal ke udara dengan jarak jauh (Vertical launcher Missile Suraface to Air Long range) 4×8 cells, dan peluncur rudal vertikal ke permukaan dengan jarak jauh (Vertical launcher missile surface to surface long range) 2×8 cells yang mana akan dilakukan proses pemasangan dengan sistem Fit For But Not With (FFBNW)

Dengan ditandatanganinya Licence Agreement antara PT PAL Indonesia (Persero) dan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai Penyedia Desain, menambah kesiapan PT PAL Indonesia (Persero) pada tahapan pengerjaan 2 (dua) unit Kapal Frigate sehingga kedepannya dapat menambah prestasi dalam negeri pada kemandirian produksi Alutsista untuk Indonesia.

David Lockwood, CEO Babcock, mengungkapkan bahwa Keindahan produk ekspor miliknya adalah desainnya yang mudah dipindahkan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan sebagai bagian dari portofolio frigat Arrowhead kami yang kuat. Terlebih lagi, lisensi desain dan program pembangunan selanjutnya akan menjadi katalis yang signifikan bagi kemakmuran di Indonesia.

“Bekerja dengan rekan-rekan kami di Indonesia, kontrak ini akan membuat frigat Arrowhead 140 dibangun di Indonesia, oleh tenaga kerja lokal, berkontribusi langsung pada nilai sosial dan ekonomi komunitas pembuat kapal yang berdaulat dan negara secara keseluruhan. Kami menantikan kesempatan lebih lanjut untuk mendukung PAL saat program ini matang,” kata David, di situs resmi Babcock International.

Menanggapi pembelian kapal Arrowhead 140 yang dilakukan Indonesia baru-baru ini, HM Arum Sabil seorang praktisi Agribisnis dan Pendidikan Indonesia mengungkapkan bahwa Sangat penting bagi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk memperkuat sistem pertahanan.

“Frigate tipe Arrowhead 140 bikinan Inggris yang teknologinya dibawa pulang Prabowo adalah kapal perang ringan tercanggih yang ada sekarang, itu artinya sangat cocok untuk memperkuat pertahanan,” katanya.

Selain itu, Kapal ini digunakan oleh negara-negara NATO dan gugus tugas koalisi serta operasi regional dan penyebaran nasional. Kapal Frigate dapat dijadikan kapal induk mini untuk helikopter AL.

“Keunggulan ini penting dalam misi antar-jemput personel, bahkan nanti bisa juga digunakan untuk operasi search and rescue (SAR),” pungkasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like