NASIONAL PENDIDIKAN PERISTIWA

Pimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-61, Gubernur Khofifah Ajak Gelorakan Pengabdian Tanpa Batas

Gubernur Khofifah dan Ketua Kwarda Jatim HM Arum Sabil saat apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke-61. (Foto: Humas Pemprov Jatim).

Tunasnegeri.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jatim mengajak segenap anggota pramuka Kwarda Jatim untuk terus memberikan pengabdian tanpa batas di segala bidang kehidupan. Hal ini menjadi penguat untuk membangun ketangguhan dan kekuatan bangsa.

Pesan Gubernur Khofifah ini selaras dengan tema Hari Pramuka ke-61 yakni ‘Mengabdi Tanpa Batas untuk Membangun Ketangguhan Bangsa’.

“Semangat pengabdian ini telah ditanamkan dalam pendidikan kepanduan gerakan pramuka Indonesia. Saling menolong dalam semangat persaudaran tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Bagaimana pendidikan kepanduan pramuka bisa terus digerakkan dan disemaikan bahwa di dalam gerakan pramuka ada semangat kemanusiaan dan cinta alam yang ditanamkan luar biasa,” katanya saat Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke-61 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (14/8).

Pengabdian tanpa batas ini telah ditunjukkan oleh para anggota Pramuka Kwarda Jatim. Dalam penanganan Covid-19 misalnya, Kwarda Gerakan Pramuka Jatim ikut menyukseskan vaksinasi di 38 kab/kota di Jatim. Secara aktif melakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan tempat-tempat ibadah se-Jatim.

“Tidak hanya itu Pramuka mendorong secara aktif dan berkelanjutan mewajibkan anggotanya untuk menjadi teladan sebagai duta pramuka protokol kesehatan covid-19, termasuk membagikan masker kepada masyarakat,” katanya.

Tidak hanya dalam penanganan pandemi Covid-19, Pramuka Jatim juga aktif berperan serta di bidang kemanusiaan salah satunya saat bencana alam. Saat gempa bumi di Malang dan bencana Awan Panas Guguran Gunung Semeru beberapa waktu lalu, tidak hanya memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dll tapi juga ikut membantu mengevakuasi warga dan mengevakuasi hewan ternak.

“Kwarda Pramuka Jatim juga terlibat aktif dalam memberikan bantuan bangunan hunian sementara untuk penyintas erupsi Gunung Semeru. Bahkan ikut serta dalam penanggulangan wabah penyakit kuku dan mulut hewan ternak,” katanya.

Tidak hanya itu, para pramuka juga terlibat dalam menjaga pelestarian lingkungan melalui penghijauan, penanaman mangrove, membersihkan pesisir pantai, mendorong tercapainya program ketahanan pangan dan berbagai bakti pramuka lainnya.

“Kepada seluruh anggota pramuka Jawa Timur, teruslah mengabdi dan siap menolong siapapun yang membutuhkan bantuan. Percayalah, apa yang kita lakukan, akan menjadi ladang amal bakti kebaikan yang bernilai ibadah,” katanya.

“Teruslah tingkatkan produktivitas pramuka, terus tingkatkan pengabdian pramuka, teruslah peduli terhadap sesama, teruslah jaga lingkungan hidup, terus bantulah mayarakat yang membutuhkan dan selalu hadirlah ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini turut mengutip Pesan Presiden keempat RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Gus Dur menyampaikan bahwa sampai sekarang masih ada anggota masyarakat yang menganggap enteng Gerakan Pramuka. Padahal, Pramuka Justru mengajarkan hal yang paling penting dalam kehidupan, yaitu mencintai sesama dan alam semesta,” katanya.

 

Untuk itu, ia turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota pramuka atas pengabdiannya. Juga kepada ketua Kamabida kab/kota yakni para Bupati Walikota atas support dalam gerakan pramuka di daerah.

“Terimakasih juga di lini paling bawah ada para siaga, penggalang, kemudian penegak, dan pandega. Serta seluruh Ketua Saka atas pengabdiannya kepada masyarakat. Bahwa Pramuka punya posisi strategis untuk mendidik dan menggelorakan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Jatim HM. Arum Sabil mengatakan bahwa dari sejarah yang telah banyak dipaparkan, pada dasarnya gerakan pendidikan kepramukaan masuk ke Indonesia pada tahun 1919. Pada saat itu Indonesia masih dalam penjajahan bangsa lain.

Namun semangat kemerdekaan membuat para Pramuka yang saat itu disebut Pandu, ikut pula berperan mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itu sesuai tema Hari Pramuka ke-61 Tahun 2022, Pramuka Indonesia sebagai bagian dari warga negara Indonesia selalu berkomitmen untuk terus berkontribusi dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Tentu tema ini semakin mendorong ikhlas bhakti kita keluarga besar Pramuka Jawa Timur dalam mengabdi tanpa batas kepada Negeri. Selama ini anggota Pramuka Jatim yang aktif sesuai sistem pengelolaan anggota sebanyak 2.883.244 orang. Mereka selalu memberikan pengabdian tanpa batas di segala bidang,” katanya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah turut menyemarkan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka. Yakni Lencana Melati kepada Maryoto Birowo (Kamabicab Tulungagung), Tutut Sudarmadji (Waka Kwarcab Nganjuk). Lencana Darma Bakti kepada Hj. Mundjidah Wahab (Kamabicab Jombang), Mochamad Nur Arifin (Kamabicab Trenggalek).

Selanjutnya Lencana Pancawarsa Utama kepada Muhammad Musa (Andalan Cabang Gresik), Lencana Teladan kepada Cita Wahyuni Setyaningsih (Pramuka Penegak Lumajang) dan Muhammad Rizky Fajar Kawaqibina (Pramuka Penggalang Gresik). Juga Lencana Pancawarsa III kepada beberapa penerima.

Kemudian Kwartir Daerah Pramuka Jatim juga memberikan piagam penghargaan kepada Dra. Hj. Nur Cita Qomariyah yang telah aktif mempublikasikan nilai-nilai kepramukaan dalam berbagai kegiatan Tahun 2022. Serta dalam kesempatan ini juga turut dilakukan penandatanganan MoU antara Kwarda Pramuka Jatim dengan PMI Jatim sebagai sinergi kegiatan kemanusiaan.(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like