Uncategorized

Pimpin Misi Dagang Ke Malut, Gubernur Khofifah: Perdagangan Antar Pulau Ini Sangat Potensial

Khofifah saat memimpin misa dagang ke Maluku Utara. Istimewa/ Humas Pemprov Jatim)

Khofifah saat memimpin misa dagang ke Maluku Utara. Istimewa/ Humas Pemprov Jatim)

 

Juamt, 9 April 2021

Tunasnegeri.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Misi Dagang dengan mempertemukan para pengusaha dari Jatim dengan para pengusaha dan warga Jatim di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pimpin langkah kegiatan misi dagang dan investasi perdagangan yang diikuti oleh 150 pelaku usaha. Yang terdiri dari 50 orang pelaku usaha dari Jatim dan 100 orang dari Malut dan dilaksanakan di Hotel Sahid Bella, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (8/4/2021).

Gubernur Jatim, Khofifah menjelaskan bahwa hubungan antara Jatim dan Malut sudah terjalin sejak lama. Pada tahun 2020, transaksi perdagangan dari Jatim dapat mencapai hingga 1,3 Triliun.

“Hubungan dagang antara Jatim-Malut ini sudah terjalin sejak lama. Di tahun 2020 kemarin, tercatat transaksi perdagangan produk dari Jatim ke Malut mencapai Rp. 1,3 Triliun. Sedangkan, perdagangan dari Malut ke Jatim mencapai Rp. 930 miliar,” ujar Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah itu.

Selain itu, orang nomor satu di Jatim itu juga menerangkan bahwa perdagangan antar pulau sangatlah potensial

“Perdagangan antar pulau ini memang sangat potensial, di tahun 2020 perdagangan sektor antar pulau di Jatim yang terbangun surplus Rp. 91 triliun. Sedangkan untuk ekspor terkontraksi Rp. 8,1 triliun,” lanjut orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Khofifah menerangkan kerja sama kedua provinsi ini saling menguatkan. Pasar atau market di Jatim sangat potensial dengan jumlah penduduk mencapai hampir 41 juta orang. Apalagi, banyak bahan baku industri yang dibutuhkan Jatim ada di Malut utamanya terkait rempah-rempah, dan ada pula bahan baku ternak. Selain itu, di bidang pertanian kerjasama juga bisa dilakukan apakah gapoktan Jatim yang ke Malut atau sebaliknya

“Di Jatim kami tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan tambang nikel serta hilirnya ada di Malut. Tentunya, ini bisa menjadi potensi komoditas perdagangan yang bisa dioptimalkan antara Jatim-Malut,” imbuhnya.

Khofifah saat memimpin misa dagang ke Maluku Utara. Istimewa/ Humas Pemprov Jatim)
Khofifah saat memimpin misa dagang ke Maluku Utara. Istimewa/ Humas Pemprov Jatim)

Sementara itu, Provinsi Malut banyak membutuhkan produk pertanian dan peternakan dari Jatim. Seperti daging ayam beku, telur ayam, beras organik, baja, besi dan masih banyak lagi. Karenanya, jaringan untuk bisa saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan perdagangan ini harus terjalin baik.

“Alhamdulillah sampai pukul 16.00 WIT, transaksi yang sudah tercatat mencapai Rp 500.212.860.000 . Ini menunjukkan potensialnya perdagangan antara Jatim dan Malut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasubah menyambut positif gelaran Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim. Ia berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pemicu kersejahteraan bagi warga Maluku Utara.

“Potensi kita besar di rempah-rempah. Tentu kita berharap Jatim menjadi pasar yang strategis. Kita terus mendorong perdagangan kita akan bisa meningkatkan PAD kita,” tandas Gubernur Malut. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like