EKONOMI GAYA HIDUP

Populasi Muslim Meningkat, BI Jember Dorong UMKM Mengurus Sertifikasi Halal

pala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Hestu Wibowo

 

JEMBER – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur didorong untuk mengurus sertifikasi halal pada setiap produknya. Hal tersebut dinilai penting agar produk mereka diserap pasar dan diterima masyarakat yang sebagian besar adalah pemeluk agama Islam.

“Sertifikasi halal menjadi salah satu prasyarat utama. Artinya negara tertentu terutama negara muslim akan melihat produk apakah memiliki sertifikasi halal atau tidak. Otomatis biasanya yang tersertifikasi akan lebih diutamakan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Hestu Wibowo saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Dalam Sertifikasi Halal, Rabu (7/4/2021).

Terkait hal itu, Hestu membeberkan data dari Pew Research Center Forum on Religion & Public Life pada 2017.

Berdasarkan data tersebut, populasi muslim dunia diperkirakan akan meningkat sekitar 35 persen dalam 20 tahun mendatang. Naik dari 1,6 miliar pada 2010 menjadi 2,2 miliar pada 2030.

Data lain, Surkes (2017) menyebutkan bahwa antara 2010 dan 2050 penduduk muslim memiliki tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan meningkat sekitar 73 persen.

Pertumbuhannya akan lebih cepat daripada rata-rata pertumbuhan populasi global sebesar 37 persen.

“Potensi untuk produk-produk halal itu sangat besar secara domestik maupun global. Seperti yang saya sampaikan tadi, kita punya populasi penduduk muslim besar dan ini tentunya sebagai salah satu pasar yang potensial,” ujar Hestu.

“Sekarang pasar global yang membutuhkan produk-produk halal juga semakin meningkat, ditambah lagi populasi pertumbuhan muslim sangat cepat sehingga otomatis kebutuhan produk-produk baik barang maupun jasa semakin meningkat,” sambung dia.

Lebih lanjut, Hestu menerangkan saat ini, sertifikasi halal menjadi faktor yang berkontribusi dalam keputusan pembelian konsumen.

Industri halal Indonesia secara mayoritas masih ditopang oleh industri kecil dan menengah atau UMKM.

“Bagi sebagian UMKM, sertifikasi halal produk sampai saat ini belum menjadi prioritas, sehingga efektifitasnya menjadi sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan industri halal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hestu juga memaparkan agar UMKM yang ada di Jember bisa bersertifikasi halal supaya turut memberikan kontribusi dalam mendorong efektivitas sertifikasi halal.

“Harapannya mudah-mudahan UMKM khususnya di Jember semua sudah memiliki sertifikasi halal, sehingga meningkatkan daya saing dan daya jual dari produk UMKM, karena jika sudah bersertifikasi halal itu pemasaran akan lebih mudah baik domestik maupun global,” pungkas Hestu.

Selain Hestu, acara tersebut juga menghadirkan sejumalh pihak sebagai pembicara. Diantaranya adalah Kepala Unit implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP-PUR KPw BI Jember, Soelistyawati; Ketua Umum Yayasan Insan Cita Agromadani (ICAM) Indonesia: DR. Edi Purwanto; Ketua LP. POM MUI Jawa Timur, Dr. dr. Siti Nur Husnul Yusmiati, STP, M. Kes; Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember, Widodo Julianto; danĀ  Kepala Loka POM Jember, Any Koosbudiwati.

Sosialisasi dihadiri oleh UMKM dan masyarakat umum, dengan peserta 500 peserta. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like