PERISTIWA

Pramuka Peduli Semeru Spesial Ramadhan, Kwarda Jatim Targetkan 50 Hunian Sementara Bagi Penyintas APG Semeru

Ketua Kwarda gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil, Gubernur Jatim khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (Foto: Arip Ripaldi).

Tunasnegeri.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur gelar kegiatan Bakti Pramuka Peduli Semeru Spesial Ramadhan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, pada Rabu (06/04/22).

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jatim dan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawangsa, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim HM Arum Sabil, Bupati Lumajang Thoriqul Haq selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Lumajang, serta Indah Amperawati selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lumajang.

Bakti Pramuka Peduli Semeru, merupakan proyek pembangunan hunian sementara yang digagas oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jatim. Total sebanyak 50 hunian akan dibangun secara bertahap nantinya.

Kak Arum Sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, telah dibangun sebanyak 19 hunian sementara. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan 190 personil yang berasal dari 19 kwarcab yang ada di Jawa Timur, dimana masing-masing kwarca terdiri dari 10 orang. telah dilaksanakan pada tanggal 4-10 Februari 2022.

“Pada pembangunan hunian sementara tahap dua saat ini akan dibangun sebanyak 10 hunian dalam bulan ramadan,” kata kak Arum.

Kak Arum juga menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara tahap dua tersebut bakal mulai dilaksanakan 6 April 2022 dan diperkirakan rampung pada 12 April 2022 mendatang. Pembangunan tersebut melibatkan 100 anggota pramuka yang berasal dari 6 kwarcab (Lumajang, Nganjuk, Kota Kediri, Pacitan, dan Kota Surabaya) dan 1 Saka Wana Bakti Jawa Timur.

Banyaknya infrastruktur yang rusak termasuk rumah-rumah yang tertimbun lahar dingin akibat terjadinya awan panas guguran Gunung Semeru pada Desember 2021 lalu, menyebabkan banyak warga yang kehilangan tempat tinggal.

Oleh karena itu, Kwarda Pramuka Jatim turut terjun langsung ambil bagian dalam membantu masyarakat terlebih dalam penanganan pasca bencana melalui pembangunan rumah hunian sementara. Hal tersebut sebagai bentuk upaya mendukung pemerintah dalam meringankan penyintas erupsi Gunung Semeru.

“Sebagai wadah para anggota gerakan pramuka di Jawa Timur yang selalu ikut serta membangun masyarakat, Kwarda Pramuka Jatim berusaha untuk ambil bagian dalam penanganan bencana dan menghimpun dana bumbung kemanusiaan serta bantuan material dari gerakan pramuka di Jawa Timur dan seluruh Indonesia,” tukasnya.

Senada, Gubernur Khofifah, menjelaskan jika untuk mencukupi kebutuhan tersebut, maka diperlukan segera pembangunan hunian sementara guna memenuhi kebutuhan 1.951 KK dari Desa Sumbermujur.

Hunian sementara tersebut berukuran 10×14 meter dengan luas bangunan 6×4,8 meter yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Pemerintah sudah menyiapkan lahan hunian seluas 81 hektar yang seluruhnya milik Perhutani, yang diperkirakan bisa untuk membangun 2.000 unit hunian sementara secara bertahap,” paparnya.

Disamping untuk Huntara, sambung Gubernur Khofifah, kedepannya juga akan didirikan beberapa fasilitas umum seperti masjid, kandang terpadu, TPQ, madrasah, sekolah, balai pertemuan, fasilitas ekonomi serta ada lahan pemakaman dan lain sebagainya.

“Saya yakin dengan adanya sinergi dari seluruh lapisan masyarakat, terutama peran aktif gerakan pramuka Jawa Timur kita semua akan mampu mewujudkan Optimis Jatim Bangkit,” ujar orang pertama di Jatim ini.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like