EKONOMI KESEHATAN PEMERINTAHAN PERTANIAN

Promosikan Alpukat Pameling, Gubernur Khofifah Ajak Manfaatkan Kesempatan Kredit Lunak

Foto: Gubernur Jatim, menunjukkan buah Alpukat Pameling. (Foto: Istimewa)

Caption: Gubernur Jatim, Khofifah saat Alpukat Pameling berukuran besar. (Foto: Akun IG Khofifah.ip )

 

 

 

Minggu, 14 Maret 2021

 

TunasNegeri.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lagi-lagi mempromosikan komoditas pertanian di wilayahnya. Setelah sebelumnya pisang hijau raksasa, kini Khofifah mempromosikan Alpukat berukuran jumbo.

 

Promosi itu dilakukan Gubernur Khofifah di akun Facebook dan Instagram resminya. Dalam unggahannya pada Minggu (14/03), Khofifah menulis:

“Alpukat Pameling ini tumbuh subur di Lawang Malang,” tulisnya, di akun Instagramnya @khofifah.ip dan akun facebook, Khofifah Indar Parawansa.

 

Sembari menunjukkan buah alpukat berukuran besar dengan tekstur menarik, Khofifah mengajak warga Jawa Timur untuk memanfaatkan program kredit lunak yang disediakan pemerintah.

 

Yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan melalui kelompok tani (poktan). Kredit tersebut disalurkan melalui bank-bank BUMN (Himpunan Bank Milik Negara) serta Bank Jatim yang pemegang saham pengendalinya adalah Pemprov Jatim.

“Saat ini Kementan membuka kesempatan luas untuk budidaya di beberapa daerah lain seperti Probolinggo, Madiun, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, KUR di siapkan melalui Poktan di Bank Himbara dan Bank Jatim,” tulis Khofifah.

 

Dari informasi yang dihimpun, Alpukat Pameling merupakan varietas baru  alpukat unggul. Varietas alpukat ini baru beberapa tahun diperkenalkan, dan berasal dari Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Semula, varietas alpukat ini dinamakan alpukat arjuno. Lalu oleh Bupati Malang saat itu, Rendra Kresna diberi nama alpukat pameling.

 

Penamaan “Alpukat Pameling” berasal dari bahasa Jawa, ter-eling-eling, yang dalam bahasa Indonesia berarti “teringat-ingat”. Penamaan ini didasarkan harapan besar warga. Yakni agar setiap orang yang telah melihat dan mencicipi kelezatannya akan terus mengingatnya.

 

“ Keunggulan dari Alpukat Pameling ini adalah daging buahnya yang tebal, berwarna kuning mentega dan bijinya relatif kecil. Rasanya lebih pulenn dan relatif lebih enak jika dibandingkan varietas alpukat unggulan lainnya,” tutur HM Arum Sabil, praktisi pertanian saat dikonfirmasi TunasNegeri.com.

HM Arum Sabil, tokoh pertanian Jember
HM Arum Sabil, tokoh pertanian Jember

Selain buah yang lebih nikmat, budidaya Alpukat Pameling juga terbilang lebih menguntungkan. Satu pohon Alpukat Pameling memiliki produktivitas tinggi, yakni antara 150 hingga 200 kg per pohon.

 

“Pohon Alpukat Pameling ini termasuk tanaman yang genjah karena pada umur 2 tahun sudah mulai belajar berbuah. Pohonnya juga bisa berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Dalam satu pohon ada cabang yang sudah berbuah, ada yang berbuah kecil, bahkan ada yang masih berbunga,” ungkap pria asal Jember ini.

 

Karena itu, Arum menilai pohon Alpukat Pameling prospektif untuk dibudidayakan terutama di daerah-daerah tertentu di Jatim yang iklimnya mendukung. “Kemudahan dari pemerintah seperti KUR yang disampaikan oleh ibu Gubernur Khofifah ini memang selayaknya disampaikan terus kepada masyarakat petani kita,” ujar pria yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur ini.

 

Arum Sabil mengapresiasi ajakan beserta informasi yang disampaikan Gubernur Khofifah. “Cara-cara sederhana yang bermanfaat untuk merangsang petani untuk kreatif mencari peluang yang ada. Tentunya dengan sinergi dari berbagai pihak, baik Pemprov maupun pemkab/pemkot serta masyarakat, kesejahteraan petani kita diharapkan bisa meningkat,” pungkas Arum.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like