PERTANIAN PETERNAKAN

Pupuk Kimia Mahal, HM Arum Sabil Beberkan Alternatif Dengan Pupuk Organik dari Kotoran Kambing

Proses pengambilan Kotoran kambing. (Foto: Arip Ripaldi)

Tunasnegeri.com – Pupuk bersubsidi seperti pupuk ZA, Urea, SP-36, NPK Phonska, dan pupuk organik Petroganik, merupakan pupuk yang banyak diminati masyarakat.

Namun, keberadaannya kian hari kian sulit didapatkan karena jumlahnya terbatas, sedangkan untuk membeli pupuk non subsidi harganya tak ramah di dompet. Hal ini banyak dikeluhkan oleh sebagian petani, terlebih bagi petani kecil.

Untuk mengatasi hal tersebut, HM Arum Sabil, seorang praktisi Agribisnis dibidang Pertanian dan Peternakan mengutarakan bahwa para petani dapat menggunakan alternatif solusi pemupukan yang baik bagi pertanian seperti penggunaan kotoran ternak.

“Salah satu kotoran ternak yang dapat digunakan untuk pupuk kandang adalah kotoran kambing. Karena, kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman dan kesuburan tanah terdapat didalamnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kotoran kambing memiliki kandungan yang cukup seimbang jika dibandingkan dengan pupuk lainya.

Kendati demikian, tak serta merta kotoran kambing bisa langsung di aplikasikan secara langsung ke tanaman.

Karena, kotoran kambing yang masih segar bersifat panas dan kandungan amoniaknya terbilang cukup tinggi. Itu sebabnya kotoran kambing tidak bisa langsung digunakan sebagai pupuk karena dapat membakar tanaman.

“Kotoran tersebut baru bisa digunakan sebagai pupuk setelah melalui proses fermentasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, pria yang akrab di sapa Abah Arum ini menjelaskan cara untuk melakukan fermentasi kotoran kaambing.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mensortir kotoran kambing untuk memisahkan antara kotoran dan benda-benda asing yang kemungkinan tercampur ke dalamnya, seperti plastik, kayu, batu, dan lain-lain.

“Kotoran yang sudah disortir bisa langsung dihamparkan secara merata menjadi lapisan yang agak tipis agar memudahkan proses selanjutnya,” ungkapnya.

Setelah itu, siapkan 5 liter air dan EM4 agar proses fermentasi pupuk kandang berjalan lebih cepat. Di dalam EM4 terdapat bakteri menguntungkan yang masih tertidur atau dorman. Bakteri tersebut dapat diaktifkan dengan cara dikocok terlebih dahulu, kemudian dicampurkan dengan air bersih.

“Biasanya, untuk 100 kg kotoran kambing dibutuhkan 2 tutup botol cairan EM4 dan dicampurkan dengan 5 liter air,” imbuhnya.

Tambahkan molasses, tetes tebu, gula pasir, atau gula merah sebanyak 100 gram sebagai sumber nutrisi bagi bakteri-bakteri tersebut. Aduk hingga semua bahan tercampur merata dan diamkan hingga bakteri di dalam EM4 mulai aktif. Setelah itu, masukkan larutan ke sprayer agar mudah diaplikasikan.

Larutan EM4 disemprotkan pada hamparan kotoran kambing secara merata. Kotoran perlu dibalik dan disemprotkan kembali larutan EM4 ke seluruh bagian.

“Setelah merata dengan baik hingga kotoran kambing lembab, masukan kembali kedalam karung namun jangan terlalu penuh. Ikat karung dan diamkan di tempat yang teduh,” tuturnya.

Pupuk tersebut perlu dipantau setiap 2 minggu sekali. Jika kondisi kotoran terlalu kering, siram atau semprot kembali dengan larutan EM4. Karung perlu dibolak-balik agar sirkulasi udara di dalam karung menurun. Pupuk organik kotoran kambing baru jadi atau matang setelah proses fermentasi berlangsung selama 2 bulan. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like