KESEHATAN Uncategorized

Rekomendasi Dokter Penyakit Dalam, PMI: Donor Darah Sudah Boleh Sejak 2 Minggu Usai Vaksin Dosis Kedua

Caption: Ketua PMI Jember, H.E.A Zaenal Marzuki saat berada di Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember. (Foto: Dokumentasi PMI Jember )

Caption: Ketua PMI Jember, H.E.A Zaenal Marzuki saat berada di markas PMI Jember. (Foto: Dokumentasi PMI Jember )

 

 

 

Tunasnegeri.com – Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengeluarkan edaran terbaru yang memperpendek masa tunggu donor darah bagi mereka yang sudah divaksin covid-19 dosis kedua. Revisi ini disambut baik oleh PMI Jember karena diharapkan bisa mencegah terjadinya krisis stok darah.

Sebelumnya, sejak 28 Januari 2021 –saat awal program vaksinasi bergulir- PMI Pusat mengeluarkan edaran yang mengatur donor darah baru bisa dilakukan empat minggu setelah calon pendonor mendapatkan vaksin dosis kedua. Namun, pada 19 Maret 2021, keluar Surat Edaran (SE) yang ditandatangani oleh dr Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Unit Donor Darah (UDD) PP PMI. Yakni, donor darah bisa dilakukan dua minggu setelah calon pendonor mendapatkan vaksin dosis kedua.

“Alhamdulillah, kita sudah terima surat edaran tersebut. Sehingga sekarang, para relawan pendonor sudah boleh donor darah setelah empat minggu usai  vaksinasi pertama atau dua minggu sejak vaksinasi kedua,” jelas Ketua PMI Jember, H EA Zaenal Marzuki, kepada Tunasnegeri.com pada Jumat (26/03).
Perubahan masa tunggu yang lebih pendek itu, didasarkan pada surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI).

Rekomendasi dikeluarkan PB PAPDI pada 18 Maret 2021 lalu, atau sehari sebelum keluarnya revisi dari PMI tersebut.

Dengan perpendekan masa tunggu itu, PMI Jember berharap, pasokan donor darah bisa kembali meningkat. Sebab, belakangan ini stok darah di UDD PMI Jember cenderung menurun dari biasanya.

“Bisa jadi, salah satu penyebabnya, karena banyak relawanan pendonor tidak bisa donor darah setelah vaksinasi. Sehingga dengan sosialisasi ini,  kami harap para relawan pendonor yang sudah 2 minggu vaksinasi bisa segera donor darah,” papar pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Surat edaran yang sama itu –berdasarkan rekomendasi PB PAPDI- juga menjelaskan tentang ketentuan bagi penyintas Covid-19 untuk mendonorkan darahnya. Yakni bisa dilakukan 14 hari setelah dinyatakan sembuh (negatif) dan bebas gejala.

Sedangkan bagi yang menjalani perawatan di rumah sakit, dimana selama perawatan menerima transfusi komponen darah dan atau plasma konvalesen (PK) , maka dapat mendonorkan darahnya kembali scara konvensional setelah 3 bulan dinyatakan sembuh. “Hal ini berlaku baik untuk donor darah konvensional maupuan donor PK apabila titer antibodinya memenuhi persyaratan ,” jelas Zaenal mengacu pada edaran PMI Pusat tersebut.

Selain itu, penyitas Covid-19, baru bisa diberi vaksin sejak tiga bulan dinyatakan sembuh (negatif).

Kontributor: Muhammad Faizin

 

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like