EKONOMI INTERNASIONAL

Sebagai Negara Importir Batu bara Terbesar ke-3, Jepang Larabf Impor Dari Rusia

Ilustrasi Truk Batu bara. (foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Akibat invansi yang dilakukan Rusia ke Ukraina, kali ini keputusan tentang batu bara menandai perubahan bagi Jepang.

Jepang merupakan negera importir batu bara terbesar ketiga di dunia, yang awalnya lambat mengikuti negara-negara Barat yang melarang impor batu bara.

Sebelumnya pada hari Jumat, menteri perdagangan Koichi Hagiuda mengatakan akan mengurangi impor secara bertahap sambil mencari pemasok alternatif setelah sanksi terhadap Rusia setelah invasi 24 Februari ke Ukraina – sebuah langkah yang menyoroti potensi perubahan dalam kebijakan pengadaan energi Jepang yang bergantung pada impor.

Rusia menyumbang 11% dari total impor batu bara Jepang pada tahun 2021, menurut data pemerintah. Rusia adalah pemasok minyak mentah dan gas alam cair (LNG) terbesar kelima Jepang pada tahun 2021.

Jepang mengimpor hampir semua batu bara yang dikonsumsinya, menjadikannya importir terbesar ketiga setelah India dan China, menurut data Administrasi Informasi Energi AS.

“Kita perlu mencari pemasok alternatif atau kita akan menghadapi kesulitan mengamankan batubara domestik yang dapat menyebabkan pemadaman listrik dan semacamnya. Kita perlu menghindari situasi seperti itu,” kata Hagiuda. Dilansir dari Reuters pada Sabtu (9/4/2022).

“Kami akan bekerja sama dengan sanksi Rusia tanpa membebani industri dalam negeri,” sambungnya.

Kishida mengatakan dia akan bekerja untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi Rusia lainnya, termasuk minyak, dan akan menyusun langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan bahan bakar dan harga lainnya pada akhir April untuk melindungi ekonomi Jepang.

“Pemerintah akan menyusun langkah-langkah komprehensif dan darurat terhadap lonjakan harga minyak dan lainnya pada akhir April untuk segera dan fleksibel menanggapi dampaknya terhadap mata pencaharian masyarakat,” kata Kishida.

Jepang akan mengoordinasikan tindakannya dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, setelah sekutu Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan yang menjanjikan sanksi tambahan terhadap Rusia sebagai tanggapan atas dugaan pembunuhan massal warga sipil di Ukraina.

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai ‘operasi khusus’, Jepang telah meningkatkan sanksi mulai dari mengeluarkan Moskow dari jaringan pembayaran internasional SWIFT, hingga membekukan aset bank sentral. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like