SOSIAL

Sentuh Rasa Kemanusiaan Narapidana dengan Bingkisan

| tunasnegeri.com | Sosial | Rabu | 13 Mei 2020 | 12:04 WIB |

 Jember Kota – Wakil Bupati Jember, A. Muqit Arief, menegaskan pemberian bingkisan kepada narapidana yang bebas berkat program asimiliasi sebagai sentuhan rasa kemanusiaan.

“Ini merupakan pendekatan kemanusiaan terhadap warga binaan lapas,” ungkap wabup di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember, Rabu, 13 Mei 2020.

“Kita sentuh rasa kemanusiaannya dan kita orangkan,” katanya saat memberkan sambutan pelepasan 27 narapidana. Pembebasan melalui program asimilasi merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Jember membekali sejumlah uang saku untuk belanja kebutuhan serta sembako. Mereka juga diantar pulang dengan menggunakan kendaraan dari Pemkab Jember.

Uang dan sembako tersebut penting, karena ketika sudah sampai rumah, mereka masih belum bisa bekerja. Masih pula punya tanggungan ekonomi.

“Maka ketika mereka pulang dengan membawa sembako dan sedikit uang belanja, setidaknya ada rasa percaya diri bagi mereka,” tutur wabup.

Pendekatan kemanusiaan semacam itu, tegas wabup, sangat berarti. Ini terbukti dari beberapa kali proses pemulangan, sampai saat ini tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh mereka yang telah menjalani asimilasi.

Sementara itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Jember, Yandi Suyandi, menjelaskan, pelepasan narapidana yang bebas berkat program asimilasi itu jumlahnya hampir 250 orang.

“Alhamdulillah tidak ada berita atau dilaporkan oleh polisi yang menahan narapidana yang bebas berkat asimilasi,” terangnya.

Yandi Suyandi berharap masyarakat bisa merangkul lagi mantan narapidana itu. “Kepala desa bisa berkunjung ke rumahnya, untuk memantau langsung. Bagaimana pun juga itu adalah warga kita,” ujarnya. (Red)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like