TIPS

Sikat Gigi Dapat Membatalkan Puasa ? Ini Penjelasannya Menurut Ustadz Adi Hidayat

Tangkapan layar Channel Ustadz Adihidayatofficial

Tangkapan layar Channel Ustadz Adihidayatofficial

 

Tunasnegeri.com – Puasa selama Ramadhan melibatkan tidak makan atau minum air antara matahari terbit dan terbenam selama sebulan penuh.

Pasti banyak juga yang bertanya terkait hukum menyikat gigi atau siwak diperbolehkan atau tidak menurut ajaran agama islam. Apakah hal itu membatalkan puasa atau tidak?

Dilansir Tunasnegeri.com dari kanal Youtube Info Singkat Official, simak penjabarannya oleh Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A.

Menggosok gosok gigi dianjurkan dalam setiap keadaan, baik ketika puasa maupun di luar puasa, baik di pagi hari maupun siang hari. Dalilnya:

1. Hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاةٍ

“Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari, no. 887)

2. Hadis dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Hadis ini dalil dianjurkannya bersiwak dalam setiap keadaan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengecualikan untuk siapapun. Sehingga keumuman hadis mencakup orang yang puasa dan orang yang tidak puasa.

Demikian pula dibolehkan menelan ludah setelah bersiwak. Kecuali jika ada sisa makanan di mulut maka harus dia keluarkan. Selanjutnya, dia boleh menelan ludahnya.

Sebagaimana orang yang puasa kemudian berkumur, dia mengeluarkan air dari mulutnya, setelah itu dia boleh menelan ludahnya, dan tidak harus mengeringkan mulutnya dari air yang dia gunakan untuk berkumur.
Imam an-Nawawi mengatakan,

Al-Mutawalli dan ulama lainnya mengatakan, Ketika orang yang puasa berkumur maka dia pasti akan memasukkan air ke dalam mulutnya. Dan tidak wajib mengeringkan mulutnya dengan handuk atau semacamnya, dengan sepakat ulama. (Al-Majmu’, 6: 327)

Ilustrasi sikat gigi Pixabay
Ilustrasi sikat gigi Pixabay

 

Seperti kumur-kumur saat wudhu, itu boleh dilakukan tapi kalau sengaja berkumur tanpa alasan itu tidak boleh, khawatir air tertelan.

Ada amalan Makruh, kalau dilakukan tidak dosa, hanya allah tidak suka. Seperti mencium banyak bau msakan atau banyak mencoba masakan itu makruh.

Ada juga amalan Mustahab, amalan yang di anjurkan dan berpahala bila dikerjakan tapi tidak mengandung fosa jika di tinggalkan.

Diantaranya bersiwak, yang artinya sikat gigi. Boleh menggunakan sikat gigi tapi di anjurkan jangan menggunakan pasta gigi yang sekiranya dapat mengumpulkan ludah. Kalau misal gunakan pasta gigi ludah nya terkumpul atau di duga sebagian terhisap atau tertelan itu hukumnya makruh. (*)

Reporter: Arip Ripaldi

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like