PEMERINTAHAN PERISTIWA

Silaturahmi Ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Sekda Jatim Dibuat Kagum Dengan Adanya Lumbung Pangan Hidup

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.KS, M.AP saat silaturahmi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim. (Foto: Humas Pemprov Jatim).

Tunasnegeri.com – Setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat 15 Juli 2022, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.KS, M.AP melakukan silaturahmi ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Dalam kunjungannya itu, turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Bappeda, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

Adhy berkesempatan mengunjungi Lumbung Pangan Hidup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Lumbung Pangan Hidup merupakan salah satu pengembangan urban farming yang digagas oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si, CIHCM melalui Bidang Ketahanan Pangan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dengan mengaplikasikan Tiga pilar dalam ketahanan pangan yang meliputi ketersediaan (availability), keterjangkauan (accessibility) baik secara fisik maupun ekonomi, dan stabilitas (stability) yang harus tersedia dan terjangkau setiap saat dan setiap tempat.

Hadi menjelaskan bahwaLumbung Pangan Hidup dibangun dengan memanfaatkan area di atas atap gedung Perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Lumbung Pangan Hidup dikelola secara mandiri mulai dari pembibitan, budidaya, pemupukan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, penanggulangan OPT dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, proses panen sampai dengan pemasaran hasil produksi komoditas yang ada di Lumbung Pangan Hidup.

“Sistem budidaya atau metode tanam yang di terapkan antara lain metode tanam secara Hidroponik, Aquaponik, Vertikultur, media tanam polybag dan tabulampot,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tunasnegeri.com pada Selasa, (26/7/2022).

Hadi juga mengungkapkan Komoditas yang ditanam dalam percontohan urban farming ini meliputi : Pakcoy, Selada Keriting, Kangkung, Sawi Samhong, Selada Baby Romain, Seledri, Labu Madu, Labu Kabocha, Lemon, Jambu Kristal, Melon Golden Langkawi, Melon Putih, Pisang, Kubis, Mangga, Belimbing, Anggur Pohon, Anggur Ninel, Kelengkeng, Jambu Air, Terong Kacang Panjang, Cabai Rawit, Bawang Merah, Jagung Pulut, Ubi Cilembu, dan Ubi Jalar Ungu,. Sedangkan komoditi perikanan dibudidayakan adalah Ikan Lele.

Sementara itu, Sekda Adhy mengungkapkan rasa kagum nya setelah melihat secara langsung Lumbung Pangan Hidup yang digagas oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Ini luar biasa, lahan yang sebetulnya orang tidak menyangka ada tapi bisa menghasilkan tanaman yang bagus, super, dengan hidroponik. Dan yang paling penting sebetulnya masyarakat harus tahu bahwa pemanfaatan lahan ini bisa menghasilkan secara ekonomi,” tuturnya.

“Ini prototype saja, sudah menunjukkan dengan kantornya saja bisa menghasilkan sebuah produksi yang bagus, apalagi di tempat UPTnya, di balai benih dan sebagainya, itu pasti berhasil,” sambungnya.

Adhy juga mengungkapkan bahwa untuk perkotaan yang padat penduduk sangat cocok diimplementasikan. Karena dengan urban farming bisa meningkatkan daya ekonomi dengan memanfaatkan lahan yang masih terkena sinar matahari dengan menjadikannya lahan hijau.

Adhy berharap, dengan adanya Lumbung Pangan Hidup dapat memberikan ide untuk masyarakat untuk mengembangkan Ketahanan Pangan secara mandiri dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki.(*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like